Empat “Teman Lama” Pemimpin Partai Komunis Tiongkok Telah Jatuh dari Kekuasaan Satu Demi Satu

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Nicolás Maduro selama ini disebut oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) sebagai “teman lama”. Namun ironisnya, tak lama setelah ia bertemu dengan utusan khusus PKT, Maduro justru ditangkap hidup-hidup oleh militer Amerika Serikat. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kisah “teman lama” PKT yang tumbang terus berulang: diktator Nepal Oli, diktator perempuan Bangladesh Sheikh Hasina, hingga “algojo Suriah” Assad—semuanya pernah didukung kuat oleh PKT, namun akhirnya runtuh diterjang gelombang kemarahan rakyat dan berubah menjadi badut sejarah. Apa yang disebut “persahabatan” PKT pun berubah menjadi lelucon politik yang kelam.

Maduro adalah apa yang disebut PKT sebagai “teman lama”.

Venezuela secara resmi bergabung dengan prakarsa “Satu Sabuk, Satu Jalan” (Belt and Road Initiative) yang dipimpin PKT pada tahun 2018. Pada 2023, Tiongkok dan Venezuela meningkatkan hubungan bilateral menjadi “kemitraan strategis menyeluruh sepanjang waktu”. 

Ketika pemimpin PKT Xi Jinping bertemu Maduro di Moskow pada Mei 2025, ia bahkan menggambarkan hubungan kedua negara sebagai “persahabatan baja (ironclad)” yang dibangun dari “ketinggian strategis dan perspektif jangka panjang”.

Namun ironisnya, utusan khusus Xi Jinping, Qiu Xiaoqi, baru saja mengunjungi Venezuela pada tanggal 2 bulan ini dan bertemu Maduro, menegaskan apa yang disebut sebagai persaudaraan. Hanya beberapa jam kemudian, Maduro ditangkap dalam operasi serangan mendadak militer AS.

Bukan hanya itu. Pada tahun 2025 yang baru saja berlalu, Perdana Menteri Nepal yang pro-PKT, Oli, juga digulingkan oleh rakyat.

Pada akhir Agustus tahun lalu, Oli mengunjungi Tiongkok dan menghadiri parade militer di Beijing. Saat itu, Xi Jinping menyatakan bahwa kedua pihak memiliki hubungan “persahabatan turun-temurun” dan “saling memahami serta dekat satu sama lain”. Namun, hanya satu minggu setelah Oli kembali ke Nepal, pemerintahannya runtuh setelah Partai Komunis Nepal mengumumkan “pembatasan media sosial” yang memicu protes besar-besaran dari Generasi Z. Oli pun terpaksa lengser dengan suram.

Selain itu, Bangladesh—yang merupakan mitra kerja sama PKT dalam prakarsa “Satu Sabuk, Satu Jalan”(Belt and Road Initiative)—juga mengalami gejolak. Perdana Menteri saat itu, Sheikh Hasina, mengunjungi Tiongkok pada Juli 2024 dan bertemu Xi Jinping, dengan kedua pihak saling menegaskan “persahabatan”.

Namun setelah Hasina kembali ke negaranya, Bangladesh dilanda gerakan mahasiswa. Penindasan berdarah oleh pemerintah memicu kemarahan publik yang lebih besar. Pada akhirnya, Hasina yang telah berkuasa selama 15 tahun terpaksa mengundurkan diri dan melarikan diri ke India. Selanjutnya, Pengadilan Kejahatan Perang Internasional Bangladesh menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Pada 8 Desember 2024, langit malam ibu kota Suriah, Damaskus, diterangi oleh tembakan artileri. Di jalan-jalan, para demonstran meneriakkan slogan kemenangan dan menggulingkan rezim Bashar al-Assad yang telah berkuasa selama 24 tahun. Assad, yang oleh dunia Barat disebut sebagai “algojo”, justru disebut oleh PKT sebagai “teman baik yang sepaham dan sejalan”.

Pada Asian Games September 2023, PKT bahkan menyewa pesawat khusus untuk membawa Assad beserta keluarganya yang beranggotakan lima orang ke Hangzhou. Selama kunjungan itu, Assad bertemu Xi Jinping, dan media resmi PKT menyatakan bahwa kedua pemimpin sepakat Tiongkok dan Suriah adalah “mitra yang menjunjung kepercayaan dan kesetiaan, serta sahabat di masa sulit”.

Tak disangka, hanya setahun kemudian, Assad terpaksa melarikan diri ke Rusia di tengah raungan kemarahan rakyat Suriah. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Fu Yu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Para Pencipta Lagu Lapor Dugaan Korupsi Royalti, Ini Respons KPK
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Rahasia di Balik Perintah Allah untuk Bertebaran di Muka Bumi Setelah Sholat Jumat
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Video: Usai Venezuela, Trump Mau Kuasai Greenland, Apa Tujuannya?
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PP Muhammadiyah Buka Suara Soal Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono: Bukan Sikap Resmi Maupun Mandat dari Muhammadiyah
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Silaturahmi Alumni-Civitas Akademika Sastra Indonesia Unhas Digagas, Satukan Lintas Generasi di Kebun Denassa
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.