Silaturahmi Alumni-Civitas Akademika Sastra Indonesia Unhas Digagas, Satukan Lintas Generasi di Kebun Denassa

harianfajar
14 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Silaturahmi alumni Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali digagas melalui kegiatan Ikatan Alumni (IKA) yang akan digelar di Kebun Denassa (Denassa Botanical Garden). Kegiatan ini menjadi ruang temu lintas generasi untuk memperkuat kolaborasi literasi serta menegaskan peran sastra di tengah masyarakat.

Pendiri Rumah Hijau Denassa (RHD), Darmawan Denassa, mengajak dosen, mahasiswa, dan alumni Sastra Indonesia Unhas membangun kerja kolaboratif melalui kegiatan silaturahmi yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Januari 2025 di Kebun Denassa, Lingkungan Bontorannu, Kelurahan Bontonompo, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.

Ajakan tersebut disampaikan Darmawan saat pertemuan di Departemen Sastra Indonesia Unhas, Jumat (9/1/2026). Ia menegaskan bahwa kunjungannya tidak sekadar silaturahmi, melainkan juga upaya membangkitkan semangat kolektif sekaligus menunjukkan kontribusi nyata ilmu sastra dalam kehidupan sosial.

“Saya datang untuk memberi semangat, sekaligus mengingatkan bahwa banyak hal yang bisa kita temukan dan kerjakan bersama,” ujar peraih Kalpataru 2021 kategori Perintis Lingkungan itu.

Alumni Sastra Indonesia Unhas tersebut menyoroti posisi Bahasa Indonesia yang kini telah dituturkan di lebih dari 40 negara dan masuk dalam sepuluh besar bahasa dunia. Menurutnya, capaian tersebut perlu diimbangi dengan penguatan dokumentasi serta kajian bahasa yang lebih kontekstual dan berakar pada lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Darmawan juga memperkenalkan konsep Taman Bahasa Denassa, sebuah ruang belajar yang memadukan bahasa, sastra, dan lingkungan dengan menjadikan tanaman sebagai medium utama pembelajaran.

“Kami menggunakan tanaman sebagai sumber dan media ajar yang menyenangkan. Tidak hanya menyelamatkan tanamannya, tetapi juga merawat kisah di baliknya dari sisi sosiologis, ekologis, dan kultural,” jelasnya.

Ia mencontohkan istilah gadungan yang berasal dari tanaman gadung sebagai bukti keterkaitan erat antara bahasa dan lingkungan. Pendekatan inilah yang, menurutnya, membedakan Denassa dari kebun raya pada umumnya.

Masukan juga disampaikan Guru Besar Sastra Indonesia Unhas, Prof. Munira Hasyim. Ia menilai kegiatan di Denassa memiliki potensi akademik yang besar, khususnya dalam pendataan nama-nama tanaman dari perspektif kebahasaan atau agroponimi.

“Banyak hal yang bisa dikerjakan mahasiswa di sana, terutama dalam pendataan nama-nama tanaman. Ini sangat menarik secara akademik,” ujar Prof. Munira.

Sementara itu, Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas, Muslimat, menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut tidak bersifat seremonial semata.

“Ini bukan sekadar kegiatan senang-senang, tetapi diharapkan dapat menghasilkan dokumen ilmiah yang berkaitan langsung dengan disiplin Bahasa Indonesia,” ujarnya. Hadir dalam pertemuan itu dosen, dan lembaga mahasiswa IMSI KMFIB Unhas. (*/)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prediksi Skor Mali vs Senegal di Perempat Final Piala Afrika 2025: Susunan Pemain dan Head to Head
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Asal Usul Imam Mahdi: Nasab, Ciri Fisik, dan Kronologi Kemunculannya
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Menhaj: Tower Pertama Kampung Haji Indonesia Siap 2028
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Usulkan Pilkada via DPRD, Golkar Dorong Paslon Tetap Harus Kampanye ke Masyarakat
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi di Sumatera, BNPB Imbau Waspada Bencana Susulan
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.