DALAM eskatologi (ilmu akhir zaman) Islam, sosok Imam Mahdi menempati posisi sentral sebagai pemimpin adil yang dinanti-nantikan. Berbeda dengan Dajjal yang merupakan fitnah (ujian) terbesar, Imam Mahdi adalah simbol harapan yang akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kedamaian setelah sebelumnya dipenuhi kezaliman.
Namun, banyaknya klaim palsu dan distorsi sejarah membuat profil sosok ini seringkali kabur di mata awam. Artikel ini akan mengupas tuntas asal usul Imam Mahdi, garis keturunannya (nasab) menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah, ciri fisiknya yang spesifik, serta kronologi kemunculannya berdasarkan hadits-hadits shahih.
1. Etimologi: Apa Arti Al-Mahdi?Secara bahasa, Al-Mahdi berarti orang yang diberi petunjuk. Ini bukanlah nama asli, melainkan gelar (laqab) yang diberikan Rasulullah SAW karena ia akan dibimbing langsung oleh Allah SWT untuk memimpin umat Islam.
Rasulullah SAW bersabda, "Al-Mahdi berasal dari umatku, yang akan diishlah (diperbaiki/diberi kemampuan memimpin) oleh Allah dalam satu malam." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Maknanya, Allah mempersiapkannya secara mendadak untuk memikul beban kepemimpinan umat.
2. Garis Keturunan (Nasab): Hasan atau Husain?Salah satu poin krusial dalam mengidentifikasi Imam Mahdi yang asli adalah mengetahui silsilahnya. Rasulullah SAW memberikan kunci identifikasi yang sangat jelas:
A. Nama yang Serupa NabiDalam hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: "Namanya sama dengan namaku, dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku."
Artinya, nama asli Imam Mahdi adalah Muhammad bin Abdullah. Hadits ini sekaligus mematahkan berbagai klaim orang yang mengaku sebagai Mahdi namun memiliki nama yang berbeda.
B. Jalur Keturunan Fatimah RA (Sunni vs Syiah)Para ulama sepakat bahwa Imam Mahdi adalah keturunan Fatimah Az-Zahra RA. Namun, terdapat perbedaan pandangan mendasar mengenai jalur spesifiknya:
- Pandangan Ahlus Sunnah (Mayoritas): Imam Mahdi berasal dari jalur Hasan bin Ali RA. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan hikmahnya: Karena Hasan RA dahulu rela melepaskan kekhalifahan demi persatuan umat (perdamaian dengan Muawiyah), maka Allah membalasnya dengan memberikan kekhalifahan abadi di akhir zaman kepada keturunannya.
- Pandangan Syiah: Meyakini Imam Mahdi berasal dari jalur Husain bin Ali RA, yaitu Imam ke-12 (Muhammad bin Hasan Al-Askari) yang diyakini telah lahir pada abad ke-3 H dan kini sedang dalam masa ghaib (bersembunyi).
Agar umat tidak tertipu oleh figur palsu, Rasulullah SAW merinci ciri fisik Imam Mahdi dalam hadits riwayat Abu Dawud (No. 4285):
Ciri Fisik Istilah Arab Deskripsi Dahi Ajla al-jabhah Memiliki dahi yang lebar atau tersingkap rambut bagian depannya (menandakan kewibawaan dan kecerdasan). Hidung Aqna al-anf Hidung yang mancung, panjang, dan indah (aquiline nose). Fisik - Tubuhnya kokoh dan tegap (sebagian riwayat menyebut posturnya seperti Bani Israil). 4. Kronologi Kemunculan dan Baiat di MekkahImam Mahdi tidak muncul melalui kampanye politik. Kemunculannya adalah takdir yang tak terelakkan di saat dunia sedang kacau balau (chaos).
A. Konflik Tiga Putra KhalifahTanda awal kemunculannya adalah perselisihan hebat (perang saudara) antara tiga putra pemimpin yang memperebutkan kekuasaan/harta simpanan Ka'bah, namun tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menguasainya.
B. Baiat di Antara Rukun dan MaqamSaat konflik terjadi, Imam Mahdi (yang saat itu berada di Madinah) akan pergi ke Mekkah. Ia sebenarnya enggan menjadi pemimpin, namun sekelompok umat Islam yang mengenali tanda-tandanya akan memaksanya untuk dibaiat (sumpah setia).
Proses baiat ini terjadi di Masjidil Haram, tepatnya di lokasi antara Rukun (Hajar Aswad) dan Maqam Ibrahim. Jumlah pasukan awal yang membaiatnya sangat sedikit, diriwayatkan setara dengan jumlah pasukan Perang Badar (sekitar 313 orang).
C. Tanda Validasi Alam: Penenggelaman Pasukan (Al-Khasf)Bukti mutlak bahwa ia adalah Mahdi yang asli adalah campur tangan alam atas izin Allah. Ketika berita pembaiatan itu terdengar, sebuah pasukan besar dari arah Syam dikirim untuk menyerangnya. Namun, saat pasukan itu tiba di daerah gurun bernama Al-Baida (antara Mekkah dan Madinah), Allah menenggelamkan seluruh pasukan tersebut ke dalam bumi. Hanya satu atau dua orang yang disisakan selamat untuk mengabarkan berita tersebut ke seluruh dunia.
5. Misi Utama: Keadilan dan Shalat Bersama Nabi IsaSetelah kekuasaannya kokoh, Imam Mahdi akan memimpin umat Islam selama 7 tahun (dalam riwayat lain 8 atau 9 tahun). Misi utamanya adalah:
- Menegakkan Keadilan: "Ia akan memenuhi bumi dengan rasa adil dan makmur, sebagaimana sebelumnya bumi telah dipenuhi dengan kezaliman." (HR. Abu Dawud).
- Kemakmuran Ekonomi: Di zamannya, harta akan melimpah ruah hingga seseorang yang ditawari sedekah akan menolaknya karena sudah berkecukupan.
- Menjadi Imam bagi Nabi Isa AS: Di akhir masa kepemimpinannya, Dajjal akan muncul dan membuat kerusakan. Saat Imam Mahdi dan pasukannya bersiap shalat Subuh, Nabi Isa AS turun. Imam Mahdi mempersilakan Nabi Isa menjadi imam, namun Nabi Isa menolak sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Nabi Muhammad SAW. Maka Imam Mahdi memimpin shalat, dan Nabi Isa bermakmum di belakangnya.
Menurut pandangan Ahlus Sunnah wal Jamaah, tidak ada yang tahu pasti. Ia akan lahir dan tumbuh normal di zamannya sebagaimana manusia biasa. Berbeda dengan pandangan Syiah yang meyakini ia sudah lahir ribuan tahun lalu.
Bukan. Imam Mahdi adalah manusia biasa, seorang Khalifah (pemimpin) yang lurus, adil, dan keturunan Nabi Muhammad SAW. Ia tidak menerima wahyu kenabian, namun diberi petunjuk (ilham) oleh Allah untuk memimpin.
Ratu Adil adalah istilah dalam ramalan budaya Jawa (Jayabaya) yang memiliki kemiripan konsep "pemimpin penyelamat". Namun, Imam Mahdi adalah terminologi syariat Islam dengan ciri fisik, nasab, dan kronologi yang spesifik dijelaskan dalam hadits shahih.



