Usulkan Pilkada via DPRD, Golkar Dorong Paslon Tetap Harus Kampanye ke Masyarakat

kompas.com
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengusulkan agar kandidat kepala daerah yang dipilih DPRD tetap harus berkampanye hingga debat menyampaikan visinya ke masyarakat.

Hal tersebut bertujuan agar proses penjaringan calon kepala daerah tetap melibatkan masyarakat secara luas.

"Apa saja partisipasi publik yang nanti bisa diakomodir? Misalkan nanti meskipun itu dilakukan oleh DPRD, kampanye langsung itu tetap bisa dilakukan, debat kandidat tetap bisa dilakukan, atau proses penjaringannya melibatkan publik secara luas, sehingga rakyat tidak ditinggalkan meskipun pemilihannya melalui DPRD," ujar Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Survei Populi: Rakyat Lebih Suka Pilkada Dipilih Langsung, Bukan Lewat DPRD

Partai Golkar, kata Sarmuji, mendorong desain pemilihan kepala daerah lewat DPRD yang tetap menekankan partisipasi masyarakat.

Ia mengatakan, Partai Golkar baru akan menyetujui pemilihan kepala daerah lewat DPRD jika partisipasi publik tetap berjalan maksimal.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=DPRD, Golkar, pilkada, kepala daerah, pilkada tidak langsung, kepala daerah dipilih DPRD, Pilkada lewat DPRD, DPRD pilih kepala daerah, pilkada via dprd&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOS8xMDQ5NTE5MS91c3Vsa2FuLXBpbGthZGEtdmlhLWRwcmQtZ29sa2FyLWRvcm9uZy1wYXNsb24tdGV0YXAtaGFydXMta2FtcGFueWUta2U=&q=Usulkan Pilkada via DPRD, Golkar Dorong Paslon Tetap Harus Kampanye ke Masyarakat§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

"Golkar akan setuju dengan model pilkada melalui DPRD hanya apabila partisipasi publik tetap berjalan secara maksimal," pungkas Sarmuji.

Baca juga: Elite Demokrat Klaim Pilkada via DPRD Tidak Melanggar Undang-Undang

Berbeda dengan Orde Baru

Di samping itu, ia menjelaskan bahwa usulan pemilihan kepala daerah lewat DPRD yang diusulkan kali ini berbeda dengan sistem yang berjalan pada masa Orde Baru.

Ia menjelaskan, pilkada masa Orde Baru sangatlah minim partisipasi publik. Sedangkan usulan kali ini, partisipasi publik tetap harus dimaksimalkan dalam pelaksanaannya nanti.

"Jadi ini sama sekali berbeda dengan pilkada zaman Orde Baru yang partisipasi publiknya hampir nihil," kata Sarmuji.

Baca juga: Bagaimana Sikap Pemerintah soal Penolakan Pilkada via DPRD?

Jika ke depan terjadi perubahan desain pilkada dari pemilihan langsung menjadi melalui DPRD, mekanisme tersebut tidak bisa disamakan dengan model pilkada tidak langsung pada masa lalu.

"Jadi kalaupun itu nanti ada perubahan desain, misalkan melalui DPRD, itu sama sekali bukan pilkada melalui DPRD seperti pilkada zaman dulu," ujar Sarmuji.

ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A Ilustrasi pemungutan suara ulang (PSU).

Mayoritas Publik Tolak Pilkada via DPRD

Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkap mayoritas pemilih Presiden Prabowo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menolak wacana tersebut.

Sebanyak 67,1 persen masyarakat kurang setuju atau sama sekali tidak setuju dengan sistem kepala daerah dipilih DPRD.

Sedangkan hanya 29,9 persen publik yang menyatakan setuju terhadap sistem pilkada tidak langsung tersebut.

Survei dilakukan dengan metodologi multistage random sampling pada 1.200 responden antara 19–20 Oktober 2025.

Baca juga: Wacana Pilkada Melalui DPRD, Cabut Mandat Rakyat Secara Paksa?

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Jumlah responden mampu mewakili opini seluruh masyarakat Indonesia mengingat hasil survei serupa sebelumnya nyaris sesuai dengan rekapitulasi KPU.

"Teknik pengumpulan data wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner, jadi bukan dengan pencuplikan, atau telepon, atau media sosial. Tetapi langsung kita menerjunkan tim surveyor kita ke lapangan," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sebut KPK Agak Lambat, Luluk Nur PKB Tetap Apresiasi Penetapan Tersangka Eks Menag Yaqut
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 9 Januari 2026: Aries Bersinar, Pisces Perlu Menjaga Emosi
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Cek Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 9 Januari 2026, Syarat dan Lokasi Perpanjang di Sini!
• 21 jam laludisway.id
thumb
Operasi Pencairan WNA Spanyol di Labuan Bajo Ditutup, Satu Korban Masih Hilang 
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Penjelasan Pemerintah soal Draf Aturan TNI Atasi Terorisme
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.