Bahlil: Lifting Minyak 2025 Capai 605,3 Ribu Barel, Sesuai Target

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia mencapai target lifting minyak sesuai angka yang ditetapkan dalam APBN 2025. Hingga akhir 2025 jumlah liftingnya sebanyak 605,3 ribu barel per hari (bph). Jumlah tersebut setara 100,05% dari target APBN sebesar 605 ribu bph.

“Alhamdulillah mencapai target, bahkan melampaui sekalipun sedikit,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (8/1).

Lifting merupakan istilah yang merujuk pada produksi migas yang sudah siap jual. Hal ini mencakup volume migas yang sudah melalui tahapan pengolahan.

Bahlil menyatakan Indonesia terakhir kali mencapai target lifting minyak pada 2015 dan 2016 lalu. Ketika itu lifting minyak 2016 telah mencapai 820.300 barel per hari (bph), lebih tinggi dari target APBN-P 2016 sebesar 820.000 bph.

Indonesia juga pernah mencapai target lifting minyak pada 2008, hal ini bisa terjadi sebab adanya produksi dari lapangan minyak Banyu Urip.

Berdasarkan keterangan dalam paparan Kementerian ESDM, hasil lifting ini juga menghitung jumlah produksi Natural Gas Liquid (NGL) dan kondensat PT Donggi Senoro LNG.

Berbeda dengan minyak, capaian lifting gas Indonesia pada 2025 tidak mencapai target. Berdasarkan data Kementerian ESDM, rata-rata lifting gas hanya mencapai 951,8 ribu barel setara minyak per hari (mboepd) atau 94,71% dari target APBN yang dipatok 1005 mboepd.

Total produksi gas Indonesia pada 2025 dialokasikan 31% untuk kebutuhan ekspor dan 69% untuk domestik.

Meski tak capai target, tapi Bahlil mengatakan di sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor gas, meski ada permintaan sekitar 40 kargo gas alam cair (LNG) pada awal 2025.

Target Lifting Minyak 2026 Lebih Rendah

Kementerian ESDM dan Komisi XII DPR telah menyepakati penetapan target lifting migas Indonesia pada 2026 sebanyak 1.594 ribu barel setara minyak per hari (boepd). Terdiri atas target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari (bph) dan lifting gas 974,8 ribu boepd.

Bahlil Lahadalia mengatakan penetapan target ini melihat perkembangan kinerja lifting migas tahun ini. “Karena di 2025 kita canangkan 605 ribu bph (minyak) Insya Allah tercapai, sekalipun sekarang ada beberapa gangguan pipa dan kebakaran tapi kami sedang melakukan percepatan,” kata Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR pada Rabu (27/8).

Selain target lifting, pemerintah juga menyepakati penetapan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$ 70 per barel. Ketetapan ini diambil setelah mengamati perkembangan harga minyak dunia dan mencermati informasi dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan negara penghasil minyak lainnya.

“Kami berkesimpulan bahwa ICP kita di 2026 itu sebesar US$ 70 per barel,” ujarnya. Bahlil juga menyampaikan bahwa penetapan cost recovery tahun depan ditetapkan sebesar US$ 8,5 miliar. Angka ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Refleksi 2025 dan Arah Kebijakan 2026 Kementerian Kebudayaan, Tegaskan Pemajuan Kebudayaan Berkelanjutan
• 8 jam laludisway.id
thumb
Danantara Serahkan 600 Unit Hunian untuk Masyarakat Tamiang, Aceh
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Italia Ikut Selidiki Kebakaran Bar di Swiss yang Tewaskan 6 Warganya
• 14 jam laludetik.com
thumb
Orang Terkaya Dunia Ogah Bayar Pajak, Begini Modusnya
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Trump Ancam Serang Iran Jika Pengunjuk Rasa Dibunuh, Teheran Balas Kecam Pernyataan AS
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.