Orang Terkaya Dunia Ogah Bayar Pajak, Begini Modusnya

cnbcindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita
Foto: Larry Page (AP/Jeff Chiu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada saja cara miliarder untuk menghindari pajak. Salah satu pendiri Google, Larry Page, saat ini tercatat sebagai orang terkaya kedua di dunia menurut Forbes, dengan harta kekayaan diestimasikan mencapai US$266,6 miliar (Rp4.487 triliun).

Dengan kekayaan sebanyak itu, tentu Page menjadi salah satu incaran pemerintah untuk menagih pajak. Namun, Page memilih 'kabur' dari kewajibannya.


Dikutip dari Business Insider, Jumat (9/1/2026), Page telah memutus hubungan antara California dengan banyak asetnya yang berisiko membuatnya terkena pajak kekayaan baru yang diusulkan di negara bagian tersebut.

Pemutusan hubungan dengan California dilakukan dalam tenggat waktu akhir tahun 2025, menurut dokumen yang ditinjau Business Insider.

Family Office milik Page, Koop, telah keluar dari California sejak akhir Desember 2025 dan tergabung ke Delaware, menurut dokumen yang tertera di dua negara bagian.

Pilihan Redaksi
  • Sosok Orang Terkaya di Dunia Pengganti Elon Musk, Dukung Keras Trump
  • Orang Kaya Makin Kaya di 2025, 10 Manusia Ini Panen Cuan Rp 8.000 T
  • Mau Dikenakan Pajak Rp129 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

Page mengonversi beberapa entitas ke Delaware, termasuk Flu Lab LCC yang mendanai riset untuk menangkal influenza dan terdaftar berkantor di Florida, serta One Aero yang mendanai bisnis mobil terbangnya dan terdaftar berkantor di Florida. Tak cuma itu, perusahaan aviasi milik Page, Dynatomics, juga turut dikonversi ke Delaware.

Page sendiri juga dilaporkan tak lagi berada di California, menurut Business Insider.

Kabar ini mencuat setelah Page dilaporkan memberi tahu beberapa orang terkait rencananya meninggalkan California, akibat aturan pajak baru yang diusulkan di negara bagian tersebut. Adapun aturan itu akan mengenakan pajak sebesar 5% untuk aset-aset yang bernilai US$1 miliar.

Beberapa nama besar yang sudah buka suara untuk menentang usulan aturan pajak baru tersebut adalah David Sacks, Palmer Luckey, dan Alexis Ohanian.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: AI Bantu Inklusi Keuangan, Bisa Telisik Profil Risiko Nasabah

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
FEB Unisba dan Republika Optimalkan Tridharma untuk Kemajuan Bangsa
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hasto Wardoyo Nilai Pilkada Lewat DPRD akan Hilangkan Kedekatan dengan Rakyat
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Santi Indri, perempuan Indonesia pikat juri KBS dan sabet juara kontes nyanyi Korea
• 23 jam lalubrilio.net
thumb
Profil Sidharto Reza Suryodipuro, Duta Besar RI yang Jadi Presiden Dewan HAM PBB
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Sinopsis Drama China Sweetest Rebellion, Kisah CEO Perempuan yang Menantang Kelas Sosial
• 10 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.