Titiek Soeharto: 20 Persen Produksi Nasional Swasembada Jagung Dihasilkan Polri

kumparan.com
22 jam lalu
Cover Berita

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menyebut, kontribusi Polri cukup signifikan dalam pencapaian swasembada jagung. Titiek mengatakan, sekitar 20 persen produksi jagung nasional dihasilkan oleh Polri.

Hal itu disampaikan Titiek usai menghadiri panen jagung kuartal IV di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1). Panen jagung ini juga dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Ia mengungkapkan, produksi jagung nasional pada 2025 mencapai 16,11 juta ton dengan tingkat konsumsi sebesar 15,60 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus hampir setengah juta ton.

“Dan untuk jagung sendiri produksi sudah mencapai tahun 2025 kemarin, produksi 16,11 juta ton. Konsumsinya 15,60 juta ton. Sehingga ada kelebihan, ada surplus hampir setengah juta ton,” ujar Titiek.

Titiek menilai kondisi tersebut menunjukkan Indonesia telah mencapai swasembada jagung. Ia pun berharap capaian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan agar ke depan Indonesia bisa mengekspor jagung.

“Dan dengan demikian kita sudah bisa disebut kita sudah swasembada jagung. Dan saya harap ini bisa ditingkatkan lagi, dipertahankan, ditingkatkan lagi agar tahun 2026 ini kita bisa ekspor jagung,” kata dia.

Titiek juga mengapresiasi percepatan target swasembada yang awalnya diproyeksikan empat tahun, namun bisa dicapai dalam waktu sekitar satu tahun.

“Dan sekali lagi saya apresiasi karena target yang tadinya 4 tahun bisa dicapai dalam 1 tahun lebih dikit,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran Polri yang menyumbang sekitar 3,5 juta ton dari total produksi jagung nasional.

“Selamat dan juga saya mengapresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia karena dari produksi 16,11 juta ton itu 3,5 juta ton adalah hasil dari teman-teman kita di produksi dari Kepolisian Republik Indonesia. Artinya 20% produksi nasional dihasilkan dari hasil kerja keras teman-teman kita di Kepolisian Republik Indonesia,” tutur Titiek.

Titiek berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan dan mampu mencapai swasembada komoditas lainnya.

“Mudah-mudahan ke depan kolaborasi ini semuanya kita gotong royong rame-rame agar kita tidak ada lagi import-import dan kita swasembada,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
[FULL] Polisi Ungkap Kendala Penyelidikan Kematian Satu Keluarga di Situbondo | KOMPAS MALAM
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pelanggaran UU Kesehatan, Richard Lee Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Cegah 'Superflu' Sekarang! Dinkes DKI Ajak Warga Jakarta Kembali Perketat Cuci Tangan dan Masker
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Menag Ingatkan Perbedaan Pandangan Agama Jangan Jadi Alat Adu Domba Umat
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Rusia Kecam Rencana Pasukan Perdamaian Ukraina-Eropa
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.