Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan merasa berhasil dalam tugasnya apabila usia Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X bisa menyamai Queen Elizabeth II di Inggris.
Ratu Elizabeth, adalah kepala monarki yang paling lama bertakhta di Inggris Raya. Ia wafat pada usia 96 tahun, pada 8 September 2022.
Pennyataan itu disampaikan Budi saat membuka ground breaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr Sardjito, Kamis (8/1).
"Kami memahami kita ada perbedaan usia, tapi sebagai Kementerian Kesehatan, kami akan sangat merasa berhasil kalau Ngarso Dalem itu usianya minimal sama dengan Queen Elizabeth di Inggris," kata Budi Gunadi.
Bahkan, jika bisa, usia Sri Sultan syukur-syukur bisa mencapai 100 tahun.
"Ngarso Dalem itu, kepalanya (usianya) harus minimal kepala 9 (usia 90 tahun), syukur-syukur kepala 100. Kalau dia di bawah itu, itu Menteri Kesehatannya gagal," katanya.
Budi Gunadi mengatakan sebagai seorang adik, dia harus bisa menjaga kesehatan seniornya. Menurutnya, Sultan telah begitu baik kepadanya.
"Dan itu saya tugaskan ke Ibu di Rumah Sakit Sardjito untuk memastikan Ngarso Dalem itu dirawat dengan baik agar nanti pada peresmian ini (gedung) sama gagahnya, minimal seperti sekarang, syukur-syukur lebih gagah lagi," katanya.
Pembangunan SardjitoBudi Gunadi mengatakan Sardjito adalah rumah sakit pertama yang membuat master plan pembangunan. Ini penting agar pembangunan tertata dengan baik.
"Nah, saya tahu ada sembilan bangunan: tujuh ada bangunan yang untuk pasien, dua yang untuk kantor," katanya.
Sembilan gedung ini rencananya selesai 2040. Namun, Sultan memberi Budi 'kode' tersirat.
"Beliau (Sultan) juga sampaikan pada saat kita sarapan bersama. Jadi dibilang, "Pak Menkes, ini kalau kita 2040, yang resmikan nanti siapa?" Ngarso Dalem itu kan orang Jawa, jadi kalau penyampaiannya kan kita sebagai orang Sunda itu mesti lebih sensitif sedikit, gitu, memahami, ya," katanya.
Oleh karena itu, Budi Gunadi berusaha keras agar gedung-gedung ini bisa selesai sebelum 2029 saat periode masa jabatannya. Targetnya, pada tahun ini minimal ada ground breaking dua gedung.
"Enggak hanya ini, satu dibangun, yang rawat iniap. Syukur-syukur termasuk yang tahun depan untuk onkologi dibangun, ya. Jadi setiap tujuh bulan, delapan bulan ground breaking satu (gedung), ground breaking lagi satu, lagi gitu ya,"katanya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, dr Eniarti, mengatakan Gedung Central Medical Unit akan dibangun di lahan 10.043,77 meter persegi. Gedung terdiri dari 13 lantai dan dua basement. Luas total bangunan mencapai 55.574 meter persegi.
"Yang menjadi simbol transformasi layanan kesehatan lanjutan di Indonesia. Dengan nilai kontrak Rp 917,97 miliar. Dengan masa pembangunan selama dua tahun," kata Eniarti.
Gedung ini adalah pusat layanan medis berteknologi tinggi yang dilengkapi kamar operasi canggih yang mendukung bedah robotik, kamar operasi hibrida dengan sistem angio-CT, didukung oleh peralatan radiologi mutakhir seperti MRI 3 Tesla dan CT Spectral Photon-Counting.
Ada pula laboratorium produksi sel punca (steam cell), cath lab biplane, serta kapasitas layanan komprehensif berupa 52 tempat tidur emergensi, 29 kamar operasi, 6 cath-lab, 192 tempat tidur perawatan intensif, dan fasilitas parkir.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5253077/original/024371800_1749990339-WhatsApp_Image_2025-06-15_at_18.51.19.jpeg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5315666/original/093413200_1755166078-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__3_of_75_.jpg)