Rusia Tuntut AS Pulangkan Awak Tanker Marinera

tvrinews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Moscow

Moskow melayangkan protes diplomatik resmi setelah penyitaan kapal di perairan internasional oleh militer Amerika Serikat.

Pemerintah Rusia secara resmi menuntut Amerika Serikat untuk memberikan perlakuan manusiawi dan segera memulangkan warga negaranya yang berada di dalam kapal tanker minyak yang disita di Samudra Atlantik Utara. 

Ketegangan diplomatik ini muncul menyusul operasi pencegatan maritim oleh pihak Washington terhadap kapal yang baru saja berganti bendera tersebut.

Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak AS untuk menjamin hak-hak para pelaut dan tidak menghambat kepulangan mereka. 

"Mengingat informasi mengenai keberadaan warga negara Rusia di antara para kru, kami menuntut agar Amerika Serikat memastikan perlakuan yang manusiawi dan bermartabat, serta menghormati hak dan kepentingan mereka," lapor kantor berita negara, TASS, mengutip pernyataan resmi kementerian.

Kapal tanker berbendera Rusia tersebut, yang sebelumnya bernama Bella-1 sebelum berganti nama menjadi Marinera, dilaporkan baru saja mengantongi izin sementara untuk berlayar di bawah yurisdiksi Moskow pada 24 Desember lalu. 

Kontak dengan kapal tersebut terputus setelah pasukan angkatan laut AS melakukan penggerebekan di perairan internasional.

Pelanggaran Hukum Maritim

Kementerian Transportasi Rusia mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip navigasi laut lepas. 

Moskow merujuk pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 sebagai dasar keberatan mereka.

"Sesuai dengan Konvensi PBB 1982, kebebasan navigasi berlaku di perairan laut lepas, dan tidak ada negara yang berhak menggunakan kekerasan terhadap kapal yang terdaftar secara sah di bawah yurisdiksi negara lain," tegas kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis.

Eskalasi Penegakan Sanksi

Penyitaan ini dilakukan oleh AS berdasarkan surat perintah pengadilan federal sebagai bagian dari upaya penegakan sanksi terhadap apa yang disebut Washington sebagai "armada bayangan" (shadow fleet). Kapal-kapal ini diduga digunakan untuk mengangkut minyak dari Venezuela, Rusia, dan Iran.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa blokade terhadap minyak Venezuela kini berlaku di seluruh dunia. 

Sementara itu, Kepala Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, mengonfirmasi bahwa Marinera telah berada dalam pantauan sanksi sejak tahun 2024 karena dugaan keterkaitan dengan jaringan regional di Timur Tengah.

Sebelum penyitaan, kru kapal sempat mengecat bendera Rusia di lambung kapal dan dilaporkan mendapatkan pengawalan dari angkatan laut Rusia, termasuk kapal selam. Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa puluhan juta barel minyak mentah Venezuela yang disita akan dikirim ke pelabuhan-pelabuhan AS dengan hasil penjualan di bawah kendali otoritas Amerika.

Hingga saat ini, pihak Moskow belum merinci jumlah pasti warga negara Rusia yang berada di atas kapal Marinera, namun desakan diplomatik ini diprediksi akan memperumit hubungan maritim kedua negara di wilayah perairan strategis.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hakim Ad Hoc PN Samarinda WO dari Sidang Protes Tunjangan, MA Turun Tangan
• 22 jam laludetik.com
thumb
7 Cara Cerdas Menerapkan Logika Penutupan Parsial dan Skala Keluar di MT5 dalam Buku Pesanan Tipis
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Defisit Dekati Ambang Batas, Purbaya Bakal Perbaiki Sistem Pajak dan Pengawasan Bea Cukai
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Kapasitas Terpasang Pembangkit Listrik RI Bertambah 7 GW pada 2025
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Melihat Pertunjukan Video Mapping Pohon Mendongeng di Bandung
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.