Defisit Dekati Ambang Batas, Purbaya Bakal Perbaiki Sistem Pajak dan Pengawasan Bea Cukai

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

Purbaya memberikan peringatan keras terhadap kinerja internal kementeriannya, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Defisit Dekati Ambang Batas, Purbaya Bakal Perbaiki Sistem Pajak dan Pengawasan Bea Cukai. (Foto: Aldhi Chandra/iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan peringatan keras terhadap kinerja internal kementeriannya, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Hal ini menyusul realisasi defisit APBN 2025 yang melebar hingga 2,92 persen, mendekati batas maksimal legal sebesar 3 persen.

Baca Juga:
DJP Kumpulkan 67.769 SPT Tahunan per 8 Januari 2026, Kurang Bayar Rp57,8 Miliar

Purbaya mengakui adanya ketimpangan antara upaya pemerintah mendorong ekonomi dengan realisasi penerimaan negara. Ia menyoroti keluarnya dana sekitar Rp80 triliun ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang ternyata belum mampu ditutup oleh pertumbuhan pendapatan negara.

"Saya lihatkan kita melakukan beberapa effort untuk mengurangi pendapatan karena Rp80 triliun keluar ke Danantara, ternyata enggak nutup tuh. Malah berkurang, turun sedikit kan berapa tuh Rp1.034 atau Rp1.017 income tax-nya. Jadi itu beri pesan ke saya, bisa enggak sih sesuai? Enggak bisa. Kalau kita begini terus tahun ini pasti kurang juga," ujar Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga:
Pemerintah Tarik Utang Rp744 Triliun, Ada Sisa Lebih Pembiayaan Rp48,9 Triliun

Purbaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran keras terkait kebocoran dan potensi manipulasi dalam sistem penerimaan negara. Pesan ini disampaikan secara implisit dalam pertemuan di Hambalang beberapa waktu lalu.

"Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan Presiden di Hambalang, dia bilang 'Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh pajak dan bea cukai?' Itu pesan ke saya dari Presiden walaupun dia enggak melihat ke saya," ungkap Purbaya.

Baca Juga:
Kejar 200 Penunggak Pajak, Bos DJP Sudah Amankan Rp13,1 Triliun per Akhir 2025

Menanggapi instruksi tersebut, Menkeu berjanji akan melakukan perbaikan besar-besaran di tubuh Ditjen Pajak dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan. Fokus utamanya yaitu memberantas pihak-pihak yang masih "bermain" dalam sistem perpajakan serta mengoptimalkan sistem digital Coretax.

Kekhawatiran Menkeu ini didasari oleh realisasi sementara APBN 2025 yang menunjukkan performa pendapatan negara yang melandai.

Baca Juga:
Kepercayaan Investor ke Ekonomi RI Tinggi, Purbaya Pede IHSG Tembus 10.000

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya Pendapatan Negara hanya mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target. Penerimaan Pajak terjadi shortfall besar, di mana realisasi hanya mencapai Rp1.917,6 triliun (87,6 persen dari target).

Sedangkan defisit membengkak menjadi Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB.

Purbaya menegaskan bahwa tanpa perbaikan radikal pada sistem pemungutan pajak dan pengawasan bea cukai, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen di tahun 2026 akan terbebani oleh ruang fiskal yang semakin sempit.

Ia berkomitmen untuk membersihkan oknum-oknum yang menghambat penerimaan negara guna menekan defisit ke level yang lebih rendah di masa depan.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Derita Warga Tambora 2 Bulan Tanpa Air PAM, Mandi-Cuci Susah
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Abu Kamara Dikabarkan Bakal Keluar dari PSM, Tomas Trucha Beri Jawaban
• 9 jam lalufajar.co.id
thumb
Klaim sebagai Anak Kandung, Al Ressa Rizky Rossano Gugat Denada Miliaran ke Pengadilan
• 30 menit lalufajar.co.id
thumb
Preview PSM Makassar vs Bali United: Mimpi Tuan Rumah Memutus Tren Buruk
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
PAM Jaya-Metro TV Gelar MoU untuk Tingkatkan Taraf Hidup Warga Jakarta
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.