Jakarta: PT Media Televisi Indonesia dan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM Jaya) menyepakati kerja sama publikasi dalam penguatan literasi publik tahun 2026. Kerja sama publikasi ini dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Jakarta.
“Ini dimaksudkan adalah untuk memastikan bahwasannya publikasi kami terhadap kerja-kerja yang telah dan akan dilakukan menyuplai air, membangun pipanisasi di Jakarta itu terekspos, tersosialisasi dengan baik ke masyarakat di Jakarta," kata Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin, Jumat, 9 Januari 2026.
Menurut Arief, sosiaslisasi menjadi penting. Karena, Gubernur Pramono Anung menargetkan distribusi air bersih 100 persen pada 2029.
"Jadi kita harus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta. Jadi pasti memang selalu orang bilang kenapa baru sekarang gitu. Tapi saya bilang selalu better late than never gitu,” kata Arief.
Baca Juga :PAM Jaya Raih Rekor MURI Melalui Aksi Donor Darah
“Dan rasanya sudah tidak mungkin tidak diekspos oleh kami bahwasannya pekerjaan ini pekerjaan yang sudah dilakukan dan akan dilakukan tahun ini kita akan ada 450 ribu sambungan. Tahun 2025 kita sudah menyelesaikan 150 ribu sambungan sebenarnya targetnya 130 ribu. Kita exit dari kemudian target itu gitu ya dan itu menjadi salah satu prestasi yang memang tidak mudah dilakukan,” ujar Arief.
Kerja sama PAM Jaya dan Metro TV. Foto: Metro TV
Salah satu hal yang menggugah PAM Jaya dalam sosialisasi publikasi secara masif ini, karena melihat langsung bagaimana masyarakat bersyukur setelah puluhan tahun akhirnya mereka mendapat air bersih tanpa harus bersusah payah, terutama bagi masyarakat pesisir.
“Saya tadi makanya meminta Metro TV untuk juga bantu kami melakukan sosialisasi masif ini. Jadi di utara Jakarta kita sudah mulai dari Marunda, Cilincing, Rorotan, Bambu Kuning sudah kesisir semua itu. Masya Allah, Subhanallah itu mereka sangat menunggu yang memang sudah lama sekali mereka tunggu. Bahkan ada yang 30 tahun, 40 tahun tadi yang sudah disebutkan makanya Insya Allah ini luar biasa kerja yang tidak hanya kemudian melihat nafkah dunianya tapi ini ada bakal juga ibadah dunia ke akhirat kelak Insya Allah,” ungkap Arief.
Maka dari itu, publikasi yang lebih luas dan masif harus terus dilakukan agar masyarakat mengetahui kebutuhan mereka sedang dilayani.



