Ketua Satuan Tugas (Satgas) rehabilitasi pascabencana Sumatera, Tito Karnavian menyebut, pihaknya menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk memetakan hunian masyarakat yang terdampak bencana.
“Memang kami juga sudah minta bantuan dan salah satunya akan masuk dalam Satgas ini yaitu BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional) ini juga akan melakukan kajian. Ditambah dengan BIG (Badan Informasi Geospasial),” ujar Tito usai rapat satgas rehabilitasi pascabencana di Kantor Kemendagri pada Kamis (8/1).
Tito menyebutkan, BRIN dan BIG itu nantinya akan mengkaji lokasi yang akan dibangun hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).
Ia memastikan lahan untuk rehabilitasi hunian ini disediakan dari pemerintah baik dari pusat maupun pemerintah daerah, termasuk lahan pemerintah yang sedang digunakan oleh swasta.
“Misalnya HGU (Hak Guna Usaha) misalnya, seperti Tamiang. Tamiang itu kami rapat dengan Bupati dan Forkopimda di sana itu ada beberapa lahan-lahan sawit ya yang ada di dekat-dekat kota di sana yang yang sudah dikomunikasikan juga kepada pemegang HGU-nya mereka sanggup untuk melepaskan sebagian,” jelasnya.
Selain itu, Wakil Ketua Satgas, Letjen TNI Richard Tampubolon juga mengatakan, rehabilitasi hunian ini akan melalui asesmen dari pemangku kebijakan demi memastikan keamanan apabila terjadi bencana serupa.
“Tempat ini juga akan ada asesmennya dari kementerian terkait dan jaminan bahwa tempat-tempat atau relokasi rumah-rumah yang baru ini tempat yang baru ini memang dipandang dan diyakini atas asesmen dari kementerian lembaga terkait itu aman,” ucapnya.





