Kepercayaan Investor Pulih, IHSG Tembus 9.000 dan Yield SBN Turun

tvrinews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia menunjukkan pemulihan signifikan. Hal ini tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menembus level 9.000 serta penurunan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) di tengah gejolak ekonomi global.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa sentimen pasar keuangan Indonesia mulai berbalik positif seiring membaiknya persepsi investor terhadap pengelolaan ekonomi nasional. Sepanjang 2025, IHSG mencatat kenaikan lebih dari 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, sudah kembali ke pasar modal kita," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026, di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Selain pasar saham, kepercayaan investor juga terlihat dari pasar obligasi. Yield SBN tenor 10 tahun tercatat turun ke level 6,01 persen, atau turun sekitar 101 basis poin dibandingkan akhir 2024 yang berada di kisaran 7,02 persen.

Menurut Purbaya, penurunan yield tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kredibilitas fiskal Indonesia. Dengan yield yang lebih rendah, biaya pembiayaan utang pemerintah menjadi lebih efisien.

"Surat utang kita semakin dipercaya pasar, sehingga ongkos pembiayaan bisa turun sekitar 1 persen dibandingkan akhir 2024," ucapnya.

Pemulihan sentimen pasar juga didorong oleh arus masuk modal asing yang kembali mencatatkan inflow positif sejak kuartal IV 2025.

Pada November dan Desember 2025, total dana asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp46,8 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari instrumen SBN dan saham.

Purbaya menilai, investor mulai melihat dampak nyata dari berbagai kebijakan pemerintah, termasuk stimulus fiskal, disiplin APBN, serta langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.

"Walaupun dampak kebijakan belum sepenuhnya terasa, pasar melihat bahwa pemerintah bekerja serius dan hasilnya mulai terlihat. Karena itu, sentimen ekonomi berbalik positif sejak semester kedua tahun lalu," jelasnya.

Ke depan, pemerintah optimistis tren positif di pasar keuangan akan berlanjut sepanjang 2026, seiring dengan menguatnya fondasi ekonomi domestik dan terjaganya stabilitas fiskal.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Swasembada Pangan dan Angan Peladang
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Yenny Wahid: Negara Lain Ingin Naturalisasi Atlet Panjat Tebing RI
• 54 menit lalukumparan.com
thumb
Terungkap Alasan Pramugari Gadungan Batik Air, Ternyata Demi Orang Tua
• 19 jam lalumerahputih.com
thumb
AS Menarik Diri dari 66 Organisasi Internasional dan Badan PBB, Menlu AS Rubio Isyaratkan Gelombang Penarikan Baru Sedang Disiapkan
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Masih Pusing Cari Pengganti Denzel Dumfries, Presiden Inter Milan Incar Pilar Rival Serie A Usai Gagal Dapatkan Joao Cancelo
• 44 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.