Satuan tugas (Satgas) Rehabilitasi pascabencana Sumatera berencana memanfaatkan lumpur sisa banjir dan longsor serta gelondongan kayu untuk merehabilitasi lokasi terdampak bencana.
Ketua Satgas Rehabilitasi sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin terkait pemanfaatan lumpur tersebut.
“Diskusi kami dengan Pak Menhan beliau ingin agar ini digunakan sebagai tanggul. Tanggul karena kan ini banyak yang tanggul yang sudah apa, sungai kemudian sedimen ya otomatis dangkal,” ungkap Tito kepada wartawan di Kantor Kemendagri, Jakarta pada Kamis (8/1).
Tito mengatakan, tanggul dari sedimen lumpur itu diharapkan bisa menjadi tembok penghalang apabila terjadi bencana serupa.
“Pak Menhan berpendapat menyarankan supaya lumpurnya dipakai untuk jadikan tanggul untuk memperkuat jangan sampai nanti kalau ada banjir, air lagi kemudian tumpah ke kiri kanan gitu,” jelasnya.
Sementara kayu gelondongan, Tito menyebut, ingin dimanfaatkan sebagai bahan pembangunan hunian tetap.
“Kalau untuk pemanfaatan kayu itu lebih banyak mungkin diprioritaskan apa namanya itu untuk pembangunan, untuk pembangunan rumah-rumah hunian tetap (huntap) nantinya itu,” tuturnya.
Tito mengungkapkan, selain hunian tetap, kayu-kayu gelondongan juga saat ini sudah mulai digunakan warga untuk memperbaiki rumah maupun tempat ibadah yang rusak akibat diterjang banjir dan longsor.
“Saya sudah melihat sendiri di Langkahan, yang banyak kayu-kayu itu sudah banyak dipakai masyarakat untuk ada yang memperbaiki rumahnya, dipotong-potong ada yang juga yang untuk bangun pagarnya,” pungkasnya.




