FAJAR, MAKASSAR — Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Sulawesi Selatan dan Barat menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) APPBI DPD Sulselbar 2026 pada Kamis, 8 Januari 2025, bertempat di Saoraja Ballroom, Wisma Kalla, Makassar.
Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pengelola pusat perbelanjaan untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, serta menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.
MUSDA APPBI DPD Sulselbar 2026 dihadiri langsung oleh Ketua DPP APPBI, Alphonzus Widjaja, Ketua DPD APPBI Sulselbar sekaligus Chief Executive Officer KALLA Land & Property, Ricky Theodores, Sales & Marketing General Manager KALLA Property, Rasmila Sari Suaib, serta perwakilan manajemen dari berbagai pusat perbelanjaan di Sulawesi Selatan dan Barat.
Sebut saja antara lain Mal Ratu Indah, NIPAH PARK, Trans Studio Mall Makassar, Phinisi Point, Mal Panakkukang, Panakkukang Square Mall, Mall GTC Makassar, Makassar Town Square, dan Maleo Town Square.
Turut hadir pula Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Makassar, Yulianti, S.E.
Kegiatan MUSDA dibuka dengan sambutan dari Ricky Theodores, selaku Ketua DPD APPBI Sulselbar.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa APPBI Sulselbar telah melalui tiga periode kepengurusan dan terus berkembang sebagai wadah kolaborasi antar pengelola pusat perbelanjaan.
“Musda APPBI menjadi wadah untuk meningkatkan kerja sama, kolaborasi, serta berbagi pengalaman dan ilmu antar pengelola pusat belanja. Forum ini juga menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan,” ujar Ricky.
Ketua DPP APPBI, Alphonzus Widjaja, menegaskan bahwa MUSDA memiliki peran penting dalam memperkuat soliditas organisasi, sekaligus memastikan keberlanjutan dan kemajuan industri pusat perbelanjaan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.
“Musda ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dan kerja sama agar APPBI semakin solid. Selain itu, forum ini juga penting untuk menentukan arah organisasi ke depan demi kemajuan industri usaha pusat perbelanjaan,” ungkap Alphonzus.
Ia menambahkan bahwa pengembangan pusat perbelanjaan saat ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga menyeluruh pada seluruh lini operasional.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat meningkatkan customer journey dan customer experience saat masyarakat berbelanja di properti masing-masing,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alphonzus Widjaja juga menekankan bahwa pusat perbelanjaan merupakan fasilitas publik yang memiliki posisi strategis, tidak hanya dari sisi perdagangan, tetapi juga dari aspek budaya, edukasi, hingga kesehatan.
Pemerintah, lanjutnya, mendorong pusat perbelanjaan untuk terus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri didorong oleh beberapa faktor, seperti ekspor dan investasi, namun konsumsi masyarakat menjadi kontributor terbesar, di mana sektor retail dan pusat perbelanjaan menyumbang sekitar 57% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Oleh karena itu, APPBI bersama pemerintah terus mendorong berbagai program nasional seperti Indonesia Shopping Festival, Indonesia Great Sale, Bina Diskon, dan program lainnya untuk menggerakkan konsumsi masyarakat.
Sulawesi menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dari DPP APPBI, mengingat pertumbuhan ekonomi Sulawesi secara konsisten berada di atas rata-rata nasional.
Selain itu, perkembangan pusat perbelanjaan di wilayah ini dinilai sangat positif, dengan tingkat okupansi yang hampir mencapai 100%, serta tingginya minat retailer nasional untuk masuk dan berkembang di Sulawesi.
MUSDA APPBI DPD Sulselbar 2026 ditutup dengan agenda pemilihan ketua. Dalam forum tersebut, Ricky Theodores kembali terpilih sebagai Ketua DPD APPBI Sulselbar untuk periode 2026–2029.
Selain itu, MUSDA juga menetapkan Michael Rambi, General Manager Trans Studio Mall Makassar, sebagai Wakil Ketua DPD APPBI Sulselbar periode 2026–2029.
Prosesi pelantikan Ketua DPD APPBI Sulselbar terpilih secara resmi dilakukan oleh Ketua DPP APPBI, Alphonzus Widjaja, sebagai simbol keberlanjutan kepemimpinan dan komitmen bersama dalam memajukan industri pusat perbelanjaan di Sulawesi Selatan dan Barat.
Melalui MUSDA ini, APPBI DPD Sulselbar diharapkan dapat terus menjadi wadah kolaborasi strategis antara pengelola pusat perbelanjaan dan pemangku kepentingan, serta berkontribusi aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas industri ritel di kawasan Sulawesi.(wis)




