Manado (ANTARA) - Di hari keempat setelah banjir bandang memporak-porandakan sejumlah permukiman kampung (desa)/kelurahan di Pulau Siau, pada Senin (5/1) dini hari, tim SAR gabungan masih terus melanjutkan pencarian dua korban yang dilaporkan hilang.
"Tim SAR gabungan terus melaksanakan pencarian, di mana operasi pencarian dilakukan mulai dari Last Known Position (LKP) rumah korban hingga ke wilayah pesisir," kata Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng di Manado, Kamis.
Nuriadin mengatakan, dua orang korban yang masih dalam pencarian, masing-masing Andris Pianaung (laki-laki) dan Leonel Pianaung (laki-laki), keduanya warga Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur.
Upaya pencarian dilakukan secara maksimal melalui penyisiran manual serta penggunaan alat berat untuk membersihkan material banjir yang menutup akses dan diduga menimbun korban.
Kegiatan operasi SAR ini melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, masyarakat, serta keluarga korban.
"Hingga pelaksanaan operasi SAR hari ini, korban masih belum ditemukan," katanya.
Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian pada hari Jumat (9/1) sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan.
“Pencarian hari ini belum menemukan korban dan akan dilanjutkan besok,” ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Sulut, Ida Bagus menambahkan.
Bencana banjir bandang di Pulau Siau mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, dua orang belum ditemukan, rumah rusak serta ratusan warga mengungsi.
Baca juga: 691 KK terdampak banjir bandang di Sitaro Sulawesi Utara
Baca juga: Basarnas cari tiga korban hilang usai bencana Pulau Siau-Sulut
"Tim SAR gabungan terus melaksanakan pencarian, di mana operasi pencarian dilakukan mulai dari Last Known Position (LKP) rumah korban hingga ke wilayah pesisir," kata Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng di Manado, Kamis.
Nuriadin mengatakan, dua orang korban yang masih dalam pencarian, masing-masing Andris Pianaung (laki-laki) dan Leonel Pianaung (laki-laki), keduanya warga Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur.
Upaya pencarian dilakukan secara maksimal melalui penyisiran manual serta penggunaan alat berat untuk membersihkan material banjir yang menutup akses dan diduga menimbun korban.
Kegiatan operasi SAR ini melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, masyarakat, serta keluarga korban.
"Hingga pelaksanaan operasi SAR hari ini, korban masih belum ditemukan," katanya.
Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian pada hari Jumat (9/1) sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan.
“Pencarian hari ini belum menemukan korban dan akan dilanjutkan besok,” ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Sulut, Ida Bagus menambahkan.
Bencana banjir bandang di Pulau Siau mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, dua orang belum ditemukan, rumah rusak serta ratusan warga mengungsi.
Baca juga: 691 KK terdampak banjir bandang di Sitaro Sulawesi Utara
Baca juga: Basarnas cari tiga korban hilang usai bencana Pulau Siau-Sulut

.jpeg)


