Pergerakan anomali terjadi di lantai bursa pada pembukaan tahun 2026. Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,22% ke level 8.925,47 pada perdagangan Kamis (8/1), namun saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) justru bergerak liar melawan arus pasar.
Emiten properti ini mencatatkan lonjakan harga hingga 35% hanya dalam tempo 15 menit perdagangan, meninggalkan level psikologis Rp50 (gocap) dengan volume transaksi yang padat.
Kenaikan agresif DADA dinilai bukan sekadar fluktuasi spekulatif biasa. Pelaku pasar merespons data fundamental terbaru perseroan yang menunjukkan perbaikan kinerja signifikan. Direktur & CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menegaskan bahwa lonjakan harga ini memiliki basis fundamental yang kuat, yakni lonjakan laba bersih hingga ratusan persen secara quarter-on-quarter (QoQ) dari kuartal II ke kuartal III.
"Kenaikan laba sebesar ini adalah early signal bahwa valuasi lama di level Rp50 sudah usang dan tidak lagi relevan. Pasar mulai melakukan price-in terhadap kondisi fundamental terkini perusahaan yang berhasil melakukan akselerasi bisnis," tegas Bayu di Jakarta, Kamis (8/1).
Fase "Awakening" Saham TidurDi kalangan analis pasar modal, manuver DADA dikategorikan sebagai fase awakening, transisi dari saham tidur menjadi saham dengan cerita pertumbuhan (growth story) baru. Fenomena ini kerap ditandai dengan masuknya smart money yang mendahului rilis berita resmi.
Bayu menambahkan, bagi investor jangka menengah, pergerakan ini merupakan sinyal awal proses re-rating valuasi. "Pertanyaan pasar kini bergeser dari 'mengapa naik?' menjadi 'sejauh mana revaluasi ini berlanjut?'. Ini bukan lagi saham rumor, tapi saham dengan data kinerja riil," paparnya.
Prospek di Tengah VolatilitasMeski momentum positif terbentuk, investor tetap diingatkan untuk waspada terhadap volatilitas jangka pendek. Posisi DADA yang mulai menarik perhatian pasar menandakan pergeseran strategi investor dari sekadar trading cepat menjadi akumulasi (hold).
Ke depan, keberlanjutan tren kenaikan DADA akan sangat bergantung pada konsistensi perseroan dalam menjaga angka penjualan dan realisasi proyek. "Di tengah sektor properti yang mulai bangkit, DADA berpotensi menjadi emiten turnaround yang menikmati momentum pemulihan ekonomi 2026," tutup Bayu.
Disclaimer: Data disajikan untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. (Z-10)




