EtIndonesia. Orang-orang yang dekat dengan Presiden AS, Donald Trump bergegas untuk mengusulkan beberapa opsi kesepakatan bisnis yang layak dan cara lain untuk memperkuat hubungan dengan Greenland, menurut Bloomberg.
Menurut kantor berita tersebut, Gedung Putih sedang mempertimbangkan potensi kesepakatan bisnis, termasuk proyek ekstraksi mineral langka dan pembangunan pembangkit listrik tenaga air, untuk memberi Amerika Serikat pengaruh yang lebih besar di pulau itu.
Sebelumnya, Denmark menolak untuk melepaskan kendali atas Greenland, sementara para pemimpin Eropa mengeluarkan peringatan untuk mencegah Washington mencoba merebut wilayah dari sekutu NATO. Penggunaan kekuatan tidak dipertimbangkan secara serius.
Setelah lonjakan aktivitas terkait masalah ini pada awal tahun lalu, upaya mendesak sebelumnya untuk mengimplementasikan visi presiden memudar.
Namun, gelombang komentar publik yang tiba-tiba tentang pengambilalihan Greenland beberapa hari setelah operasi AS di Venezuela sekali lagi menjadikan masalah ini sebagai prioritas utama.
Saat ini, para pejabat AS fokus pada potensi kesepakatan bisnis yang dapat memberi Washington pengaruh yang lebih besar di pulau itu. Namun, sumber-sumber mengatakan proyek-proyek ini kemungkinan belum berada pada tahap yang akan memuaskan keinginan Trump untuk memberikan hasil yang cepat dan menarik perhatian.
Pada saat yang sama, sumber-sumber tersebut mencatat bahwa ide-ide yang lebih ambisius yang bertujuan untuk secara politis mendekatkan Greenland dengan Amerika Serikat telah terhenti di tengah sambutan dingin dari pemerintah Denmark.
Menurut orang-orang yang mengetahui situasi tersebut, penggunaan kekuatan untuk merebut Greenland tidak dipertimbangkan secara serius. Para petinggi Partai Republik juga berusaha pekan ini untuk menepis anggapan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan tindakan militer di pulau tersebut.
Latar Belakang
Ketegangan di sekitar Greenland meningkat setelah operasi pasukan khusus AS yang sukses di Venezuela pada awal Januari 2026, di mana Presiden Nicolás Maduro ditangkap.
Setelah itu, Donald Trump sekali lagi mengangkat isu Greenland yang berada di bawah kendali AS, menyebut pulau itu sangat penting secara strategis bagi keamanan Belahan Barat.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio kini berupaya meredakan ketegangan dengan mitra-mitra Eropa. Selama pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot dan anggota parlemen AS, dia meyakinkan mereka bahwa Washington lebih memilih negosiasi. (yn)




