Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menyuntikkan dana sebesar Rp105,14 miliar kepada anak usahanya, PT Bangun Sarana Samudra Laut (BSSL), untuk keperluan pelunasan utang perbankan.
Wakil Direktur Utama ENRG Edoardus Ardianto mengungkapkan, transaksi tersebut dilakukan pada 8 Januari 2026 dalam bentuk pemberian pinjaman dari ENRG kepada BSSL. Nilai pinjaman tersebut mencapai Rp105,14 miliar dan telah dicairkan secara penuh pada tanggal yang sama.
"Perseroan telah memberikan pinjaman kepada BSSL dengan nilai transaksi sebanyak-banyaknya Rp105.140.600.000 [Rp105,14 miliar] yang telah diberikan secara penuh kepada BSSL pada tanggal 8 Januari 2026," kata Edoardus dalam keterbukaan informasi, Kamis (8/1/2025).
Edoardus menambahkan bahwa transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi antara perseroan dengan entitas anak. Pinjaman diberikan dengan jangka waktu maksimal lima tahun sejak penandatanganan perjanjian, serta dikenakan tingkat suku bunga setara dengan bunga obligasi seri C perseroan dalam Penawaran Umum Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025.
Adapun, dana pinjaman tersebut, kata Edoardus, akan digunakan BSSL untuk melunasi seluruh pokok utang beserta bunga kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kredit Investasi tertanggal 17 Mei 2024.
Perseroan menegaskan bahwa ENRG merupakan pemilik tidak langsung sebesar 99,8% atas modal ditempatkan dan disetor BSSL. Dengan demikian, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi yang dikecualikan dari kewajiban memperoleh persetujuan pemegang saham, sesuai dengan ketentuan Pasal 6 ayat (1) POJK No. 42/2020.
Baca Juga
- Emiten Grup Bakrie ENRG Kantongi Rp500 Miliar dari Emisi Obligasi
- Produksi Minyak Meluap: MEDC, ENRG & AKRA Hadapi Tren Harga Lesu
- Saham Emiten Migas RATU & ENRG Cs Ditutup Variatif Usai Tersengat Konflik AS-Venezuela
Dari sisi dampak, Edoardus menyatakan bahwa pemberian pinjaman tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
"Transaksi ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum dan keuangan serta kelangsungan usaha Perseroan," pungkas Edoardus.
ENRG Raih Dana Rp500 Miliar dari Penerbitan ObligasiPada pemberitaan Bisnis sebelumnya, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengumumkan telah menghimpun dana segar sebesar Rp500 miliar melalui penerbitan obligasi yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (8/1/2025).
ENRG menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 dengan nilai pokok Rp500 miliar yang terbagi dalam tiga seri. Seri A senilai Rp75 miliar menawarkan kupon 6,75% dengan tenor 370 hari. Seri B senilai Rp125 miliar memiliki tenor tiga tahun dengan bunga 7,75%. Sementara itu, Seri C merupakan seri terbesar senilai Rp300 miliar dengan kupon tetap 8,95% per tahun dan tenor lima tahun sejak tanggal emisi.
Penerbitan obligasi tahap pertama ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I ENRG dengan target penghimpunan dana maksimal mencapai Rp4 triliun. Obligasi tersebut memperoleh peringkat idA+ dari Pefindo, mencerminkan profil risiko kredit yang dinilai kuat.
Manajemen mengungkapkan bahwa dana hasil obligasi akan digunakan untuk tiga keperluan utama. Sekitar 25,96% dialokasikan untuk pembayaran lebih awal atas seluruh pokok utang dan bunga perseroan kepada KCS1 Pte. Ltd. Selanjutnya, sekitar 21,55% digunakan untuk pemberian pinjaman kepada PT Bangun Sarana Samudra Laut (BSSL) guna melunasi kewajiban kredit investasi beserta bunganya kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)
Adapun sisa dana obligasi akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, termasuk untuk pembiayaan kegiatan produksi, operasional fasilitas produksi, biaya bahan bakar, pembayaran gaji karyawan, serta pemenuhan kewajiban kepada pemasok.
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




