Kronologi Pendaki Hilang di Gunung Slamet Usai Berniat Tek-tok, Kini Pencarian Ditutup Tanpa Hasil

grid.id
23 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi pendaki hilang di Gunung Slamet usai berniat melakukan pendakian tek-tok (satu hari). Setelah delapan hari, pencarian dihentikan tanpa hasil.

Kasus pendaki hilang saat melakukan pendakian kembali terjadi di penghujung tahun 2025 lalu. Kali ini Gunung Slamet menjadi lokasi hilangnya pendaki malang itu.

Ia merupakan seorang remaja asal Magelang bernama Safiya Ridan Ali Razan (18) alias Syafiq Ridhan. Syafiq sudah dilaporkan hilang sejak Minggu (28/12/2025) malam.

Kronologi

Peristiwa hilangnya Syafiq bermula saat ia memulai pendakian bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran pada Sabtu (27/12/2025). Mereka memilih jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang.

Mulanya mereka berniat melakukan pendakian tek-tok (naik dan turun langsung tanpa menginap). Namun siapa sangka rencana ini justru berujung petaka.

Hingga pada Minggu malam, petugas basecamp merasa curiga lantaran keduanya tak kunjung kembali sesuai jadwal. Tim pengelola pun melakukan penyisiran cepat.

Mereka kemudoan menemukan Himawan di sekitar Pos 9, lokasi kritis yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Puncak Gunung Slamet. Saat ditemukan, ia dalam kondisi yang lemas dengan cedera serius di bagian kaki.

Dari kesaksiannya, Syafiq disebut sedang mencari bantuan untuk Himawan. Namun ia justru berakhir hilang.

"Menurut Himawan, Syafiq Ridhan sempat turun untuk mencari bantuan."

"Naas, niat mulia Syafiq Ridhan untuk menjemput pertolongan justru membawanya hilang ditelan keangkuhan lereng Slamet. Sejak saat itu, jejaknya terputus total," tulis laporan yang dihimpun dim penyelemat, dikutip dari Tribunnews.

 

Proses pencarian pun sudah dilakukan selama seminggu lebih. Pencarian dilakukan dengan bertaruh nyawa dikarenakan cuaca hingga badai yang datang.

Akhirnya, pencarian dihentikan setelah delapan hari, yakni pada Senin (5/1/2026). Tim SAR gabungan menutup operasi karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban hingga hari terakhir.

"Operasi SAR resmi ditutup pada Senin. Namun, dapat dibuka kembali apabila terdapat informasi baru yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Jawa Tengah, Muhammad Chomsul, dikutip dari Kompas.com.

Demikian kronologi pendaki hilang di Gunung Slamet usai berniat melakukan pendakian secara tek-tok. Kondisi cuasa ekstrem disebut menjadi salah satu kendala dalam upaya pencarian korban. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tujuh Aplikasi Trading Saham Indonesia yang Aman dan Terpercaya
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Kazakhstan Canangkan 2026 Tahun Digitalisasi, Siapkan Kampus Teliti AI
• 22 jam laludetik.com
thumb
Bencana Bukan Sekadar Alam
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Adu Hebat Thom Haye Vs Jordi Amat pada Laga Sarat Gengsi Persib Kontra Persija di BRI Super League 2025/2026
• 12 jam lalubola.com
thumb
Warga Australia Diminta Bersiap Hadapi Kebakaran Akibat Gelombang Panas Ekstrem
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.