Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi minta jajarannya transparan di medsos kembali mengundang perhatian khalayak ramai. Usut punya usut, hal ini imbas seorang pedagang telur di Garut diintimidasi usai kritik jalan rusak di desanya.
Ya, sosok pedagang telur tersebut diketahui bernama Holis Muhlisin. Dimana sebelumnya ia sempat mengkritik pemerintahan pusat di daerahnya karena jalan di desanya rusak.
Namun bukannya segera ditanggapi dengan memperbaiki jalan, Holis Muhlisi malah diintimidasi bahkan di laporkan ke polisi. Sontak saja, hal itu langsung membuat netizen yang mengetahuinya menjadi berang.
Dan berita viralnya kasus tersebut rupanya sampai pula ke telinga Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi. Mengetahui hal tersebut Dedi Mulyadi minta jajarannya transparan di medsos.
Dan jajaran yang dimaksud Dedi mulai dari tingkat Kabupaten/Kota hingga Pemerintahan Desa. Dan langkah yang diambil Dedi untuk mendesak transparansi anggaran yaitu dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE).
Yang akan dimulai per tanggal 5 Januari 2026, dimana Dedi meminta semua jajaran di Jabar untuk tak lagi menyembunyikan anggaran. Bahkan setiap rupiah yang dikelola harus bisa dipantau rakyat di medsos.
Yakni melalui berbagai platform seperti, YouTube, Facebook, hingga Instagram.
"Uang yang kita kelola adalah uang rakyat," ucap Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Kamis (8/1/2026).
"Maka, pembangunan yang berkeadilan hanya bisa terwujud jika dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel," imbuhnya.
Tak berhenti sampai di situ, Dedi juga meminta setiap intansi wajib menyampaikan laporan kinerja rutin setiap bulan. Dimana laporan itu juga harus diunggah ke medsos agar netizen atau publik atau rakyat bisa menilai.
Dan bisa mengambil keputusan dan menilai apakah pemerintah di daerahnya telah bekerja nyata atau tidak.
Sementara itu, sebelum Dedi Mulyadi minta jajarannya transparan di medsos, sang gubernur memberi peringatan keras kepada pejabat daerah. Yakni agar mereka menerima kritik dengan lapang dada dan tidak boleh melakukan intimidasi.
Serta harus menjadikan segala kritikan itu sebagai bahan evaluasi agar menjadi lebih baik ke depannya.
"Jangan pernah melakukan intimidasi atau pengancaman dalam dunia yang sudah terbuka," ujar Dedi Mulyadi dikutip dari Instagramnya @dedimulyadi71.
"Kalau ada warga yang menceritakan jeleknya pembangunan, terima dengan lapang dada," tandasnya. (*)
Artikel Asli



