Gubernur Aceh Muzakir Manaf memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana Aceh selama 14 hari. Mualem menyebut perpanjangan difokuskan untuk pemerataan distribusi bantuan dan layanan kesehatan hingga ke daerah terisolasi.
"Menetapkan perpanjangan ketiga, status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh tahun 2026, selama 14 hari ke depan terhitung sejak tanggal 9 sampai dengan 22 Januari 2026," kata Mualem dilansir detikSumut, Kamis (8/1/2026).
Mualem menjelaskan pihaknya memastikan pembersihan lingkungan, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, dan perbaikan akses masyarakat dilakukan cepat dan merata. Ketua Umum Partai Aceh itu juga meminta segera dilakukan pembersihan pemukiman penduduk, sarana ibadah, sekolah hingga pasar yang terdampak bencana.
Mualem juga menginstruksikan pihak terkait melakukan pemerataan distribusi logistik untuk korban bencana hingga ke pelosok desa yang masih terisolir. Dia memerintahkan jajarannya untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat terdampak bencana.
"Berikan layanan kesehatan terbaik untuk masyarakat terdampak hingga ke gampong-gampong di pelosok Aceh yang masih terisolir. Tuntaskan pemulihan dini jalan, jembatan di desa-desa yang masih terisolir, sehingga masyarakat dapat beraktivitas secara normal. Tuntaskan penyusunan dokumen R3P, paling lambat pada minggu ketiga bulan Januari 2026," jelasnya.
Diketahui, Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Tamiang juga memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana selama 14 hari. Saat ini 26 desa di Aceh Tengah masih terisolasi.
Baca berita selengkapnya di sini.
(wnv/eva)



