Jakarta: Dukungan sampai bantuan untuk korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra masih dibutuhkan, meski sudah masuk fase awal pemulihan. Pemulihan korban bencana bukan cuma pembangunan, tapi juga psikologi para korban.
“Bencana alam meninggalkan dampak yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan psikologis,” kata Corporate Secretary PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) Adityo Ramadhan melalui keterangan tertulis, Kamis, 8 Januari 2026.
Adityo mengatakan masih banyak bantuan yang dibutuhkan korban bencana, utamanya kebutuhan anak dan air bersih. Pihaknya sudah mengirimkan bantuan ke wilayah Aceh Tamiang, Pidie Jaya Aceh, Malak, Muaro Pinggai, dan Sibolga.
“Adapun bantuan yang diberikan meliputi air bersih, paket sembako, paket higiene, serta paket nutrisi anak berupa susu formula dan makanan bayi,” ucap Adityo.
Paket itu diharapkan bisa membuat masyarakat terdampak bencana di Sumatra bisa menjaga kesehatannya. Sehingga, pemulihan bisa semakin cepat karena psikologi korban tidak terganggu.
Baca Juga: Anggaran Satgas Pascabencana Sumatra Rp60 Triliun Dipastikan di Luar Dana BNPB
Bantuan air bersih untuk korban bencana di Sumatra. Dok. Istimewa
Pemulihan Sumatra diharapkan dibantu banyak pihak. Adityo menyebut pihaknya sudah mengumpulkan donasi dan menyalurkan pakaian untuk anak sampai dewasa, bagi korban yang membutuhkan.
“Dari kolaborasi tersebut, terkumpul donasi dengan berat mencapai 370 kilogram yang selanjutnya disalurkan ke wilayah terdampak, sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Adityo.
Masyarakat diharapkan terus mengulurkan tangan untuk membantu para korban bencana di Sumatra. Makna gotong royong yang menjadi khas Indonesia diharap diterapkan dengan baik.
“Kami percaya bahwa kekuatan empati dan gotong royong adalah fondasi utama dalam menghadapi situasi darurat,” tutur Adityo.




