GenPI.co - Sebanyak 7 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sampang, Madura, Jawa Timur, sempat berhenti beroperasi karena ada pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang membantah pemberhentian operasional SPPG tersebut karena kurangnya modal atau anggaran dari BGN.
“Jangankan di Madura, yang lain juga ya (sempat berhenti operasional), jadi kalau itu lebih ke masalah teknis,” kata dia, Kamis (8/1).
Nanik menegaskan operasional SPPG sempat terhenti karena ada pergantian PPK.
“Jadi itu enggak ada (akibat kurang modal), uangnya ada kok, buktinya sekarang bisa jalan lebih besar lagi, jadi waktu itu ada pergantian petugas, namanya PPK, ini masalah teknis,” beber dia.
Dia menyebut permasalahan teknis lain adalah keuangan karena SPPG terlambat mengajukan proposal.
“Jadi masalah teknis di keuangan, sehingga ada keterlambatan pengiriman. Keterlambatan itu mengapa bisa terjadi? Karena anak-anak SPPG ini kalau mau minta uang itu harus mengirim proposal, nah, ada yang karena proposalnya telat,” ungkap dia.
Menurut dia, begitu telat 1 hari, dia bisa terlambatnya 10 hari.
“Mengapa? Karena dikirimnya per 10 hari sekali,” imbuh dia.
Sebelumnya, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Program MBG Kabupaten Sampang Sudarmanto membeberkan 7 SPGG berhenti beroperasi.
Total jumlah SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sampang sejak program itu dicanangkan sebanyak 81 dan hingga 6 Januari 2026 yang beroperasi 74 SPPG.
"Kami dari Satgas MBG Pemkab Sampang telah menyampaikan ke sekolah-sekolah yang menjadi sasaran distribusi MBG tujuh SPPG yang menyatakan berhenti, karena kekurangan dana," jelas dia.(ant)
Simak video menarik berikut:



