JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi sorotan sepekan terakhir usai dirinya ditangkap oleh pasukan khusus Amerika Serikat (AS).
Presiden AS Donald Trump memerintahkan pasukan khusus AS melakukan operasi militer di Venezuela, Sabtu (3/1/2026), dan menangkap Maduro serta istrinya, Cilia Flores.
Trump beralasan penangkapan Maduro adalah karena kejahatan narkoba, di mana pemimpin Venezuela itu dituduh memiliki hubungan dengan kartel obat terlarang.
Baca Juga: Beruang Besar Bersembunyi di Bawah Rumah, Akhirnya Bisa Diusir setelah 37 Hari
Eks Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI untuk Venezuela, Arif Sumantri Harahap mengatakan, Maduro adalah “anak kesayangan” Presiden Venezuela sebelumnya, Hugo Chaves.
Arif mengatakan di era Hugo Chaves, Maduro merupakan Menteri Luar Negeri Venezuela.
“Jadi waktu itu ia diangkat sebagai Menteri Luar Negeri, dan itu adalah ia anak kesayangannya Chaves,” kata Arif kepada Kompas TV, Kamis (8/1/2026).
Maduro kemudian ditunjuk sebagai wakil Presiden Chavez pada 2011, sebelum kemudian terpilih sebagai Presiden Venezuela pada 2013.
Menurut Arif, Chaves melihat Maduro sebagai sosok yang tepat untuk menjadi penerusnya.
“Nicolas Maduro inilah yang dianggap Hugo Chaves dapat meneruskan revolusi Bolivariannya ini,” tuturnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- nicolas maduro
- venezuela
- hugo chavez
- kuai ri
- donald trump
- pasukan khusus as


