Liputan6.com, Jakarta - Kampanye daur ulang sampah jika diikuti, ternyata memiliki dampak yang sangat signifikan. Di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, ada bank sampah yang mengelola sampah non organik lebih dari 3 ribu warga sekitar, untuk dijadikan berbagai barang dengan nilai jual yang tinggi.
Direktur Utama Kertabumi Recycling Utama, Ikbal Alexander mengungkapkan, pemilahan sampah sedari rumah sangat menentukan kualitas produk daur ulang yang akan dihasilkan.
Advertisement
"Kami mengolah 2 sampai 3 ton sampah non organik dari masyarakat, ada sampai 3 ribu masyarakat yang setiap hari memberikan sampah daur ulangnya. Padahal, idealnya kami butuh sekitar 20 sampai 30 ton sampah daur ulang yang layak pakai, untuk dihasilkan menjadi produk lainnya," ujar Ikbal, Kamis (8/1/2026).
Namun tentunya, masyarakat yang menjadi mitra bank sampah tersebut, sudah paham tidak sembarangan yang bisa didaur ulang menjadi produk lagi.
"Untuk sampah tutup botol minuman, maksimal itu 7 menit dari pemakaian, tidak bisa dari TPA, jadi ketika dilebur, tidak ada atau tercemar zat-zat kontaminasi lain yang berbahaya. Karena kan mau didaur ulang dan jadi produk siap pakai kembali," kata Ikbal.
Menurutnya, sampah botol minuman kemasan plastik PET, seperti air minum kemasan, tutup galon plastik sekali pakai, tutup galon isi ulang, dan lain sebagainya memiliki nilai yang paling tinggi. Hal tersebut lantaran tutup botol tersebut biasanya yang paling aman dan food grade, sehingga bisa diolah untuk berbagai macam produk daur ulang.
Meski begitu, Bank Sampah Kertabumi tetap menerima sampah dalam bentuk lain seperti plastik kantong kresek, bubblewrap, bungkus mie instan, bungkus kopi, dan berbagai macam kemasan non organik yang sulit didaur ulang.
Nantinya, sampah-sampah tersebut akan diolah dengan mesin pyrolisis yang bisa merubah sampah menjadi solar dan bensin.
"Dalam 5 kilogram sampah yang diolah, bisa menjadi 4-5 liter solar, lalu untuk bensin sekitar 50:50, dan kami gunakan kembali untuk kendaraan operasional di Bank Sampah ini," katanya.
Sedangkan, untuk proses pengolahan sampah tutup botol plastik setelah dipilah, petugas di Bank Sampah tersebut akan memilah sesuai warna. Lalu, selanjutnya tutup botol akan dicacah menggunakan mesin otomatis.
Setelah berbentuk cacahan, plastik tersebut akan dipanaskan hingga berbentuk cair. Nantinya, plastik cair tersebut akan dibentuk persegi layaknya papan dengan cara dipadatkan menggunakan mesin press.
Selanjutnya, padatan plastik yang telah seperti papan tersebut akan dipotong sesuai bentuk yang diinginkan menggunakan mesin CNC. Mesin tersebut layaknya robot yang diprogram dari komputer untuk bergerak memotong papan sesuai yang diinginkan, seperti plakat berbagai bentuk, tatakan gelas, dan lain sebagainya.
"Bisa berbentuk apapun, selama 2 dimensi. Kami sudah menerima pesanan ratusan kerajinan dari berbagai pihak, seperti plakat, gantungan kunci, tapak gelas, dan lainnya," jelasnya.


