Kantor Purbaya Ungkap Pemerintah Tarik Utang Baru Rp736,3 triliun Hingga Desember 2025

wartaekonomi.co.id
20 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Keuangan mencatat penarikan utang baru oleh pemerintah mencapai Rp736,3 triliun hingga 31 Desember 2025. Realisasi tersebut setara 94,9% dari total target pembiayaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar Rp775,9 triliun.

Dengan capaian tersebut, total realisasi pembiayaan anggaran pemerintah hingga akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp744 triliun. Angka ini melonjak 120,7% dibandingkan target pembiayaan utang dalam APBN 2025 yang dipatok sebesar Rp616,2 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjelaskan, dari total realisasi pembiayaan anggaran hingga akhir Desember 2025 sebesar Rp744 triliun, mayoritas berasal dari pembiayaan utang.

“Sampai dengan 31 Desember itu sebesar 744 triliun, itu dibagi pembiayaan utang 736,3 triliun atau 94,9 persen dari APBN,” kata Thomas dalam konferensi Pers APBN KiTA, Jakarta, Kamis (8/1/2026). 

Baca Juga: BI Catat Utang Luar Negeri RI Turun Jadi US$423,9 miliar di Oktober 2025

Sementara itu, pembiayaan nonutang yang dilakukan pemerintah tercatat sebesar Rp7,7 triliun hingga 31 Desember 2025. Realisasi tersebut baru mencakup sekitar 4,9% dari pagu pembiayaan nonutang yang direncanakan sebesar Rp159,7 triliun.

“Dan pembiayaan non-hutang sebesar 7,7 triliun yang tampaknya mengurangi 9 persen,” tuturnya.  

Thomas menegaskan, pembiayaan utang dilakukan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Nilai penerbitan SBN mencapai Rp736,3 triliun atau setara 94,9% dari target pagu pembiayaan utang APBN 2025.

Baca Juga: Pemerintah Telah Tarik Utang Baru Rp614 Triliun Hingga November 2025

Ia menegaskan pengelolaan utang melalui SBN dilakukan secara hati-hati dan terukur untuk meminimalkan biaya dan mengendalikan resiko. 

Di sisi lain, Kementerian Keuangan mencatat APBN hingga 31 Desember 2025 mengalami defisit sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut meningkat dibandingkan posisi November 2025 yang sebesar Rp560,3 triliun atau 2,35% dari PDB.

Capaian defisit akhir tahun itu juga lebih tinggi dibandingkan target awal defisit APBN 2025 yang ditetapkan sebesar 2,53% terhadap PDB.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 110, Hari Ini Kamis 8 Januari 2026: Reno Menyamar Jadi Waiter, Rencana Jahat Dimulai
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Gaji PPPK Kementerian HAM 2026 Berapa? Pendaftaran Masih Dibuka hingga 23 Januari 2026
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Kantor Walkot Tangsel Didemo, Mahasiswa Tumpahkan 2 Truk Sampah
• 22 jam laludetik.com
thumb
Pencurian Baut Rel di Blitar, KAI: Ancaman Serius Keselamatan Penumpang
• 22 jam lalumerahputih.com
thumb
Kasus Superflu Merebak, Ahli Unair Jelaskan Gejala hingga Langkah Pencegahannya
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.