Hutama Karya Bantu Pemulihan Sistem Penyaluran Air Minum PascaBanjir Sumbar

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, bekerjasama dengan PT. Hutama Karya untuk melakukan percepatan pemulihan sistem penyaluran air minum yang ada di Perumda Air Minum atau PDAM.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein mengatakan sangat penting saat ini untuk melakukan percepatan pemulihan layanan ini, karena ada sekitar 2,3% pelanggan di wilayah utara di Padang yang masih terdampak gangguan distribusi akibat faktor alam. Langkah-langkah strategis pemulihan terus dikebut tim teknis di lapangan. 

“Bencana banjir bandang beberapa waktu lalu telah mengakibatkan kerusakan serius pada jembatan pipa di Gunung Nago yang menjadi jalur utama suplai air,” katanya, Kamis (8/1/2026).

Adhie bilang langkah strategis yang diambil yakni meminta dukungan dari pihak Hutama Karya (HK). Melalui kerjasama dengan HK ini pengerjaan percepatan pemasangan pipa transmisi jalur dua untuk Intake Palukahan, tengah dilakukan. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Untuk wilayah Pusat Kota,  lanjut Adhie, tingkat kekeruhan air baku di Intake Kampung Koto saat ini masih sangat tinggi dan bercampur lumpur akibat kondisi alam. Demi menjamin standar kesehatan pelanggan, Perumda memilih untuk sangat berhati-hati dalam proses pengolahan agar air yang sampai ke rumah pelanggan tetap berkualitas tinggi. 

“Jadi selain soal penyaluran air ke rumah-rumah pelanggan, kami juga ikut mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga yang terdampak bencana alam,” tegasnya.

Baca Juga

  • Satgas PKH Kantongi 12 Nama Perusahaan yang Diduga Sebabkan Banjir Sumatra
  • Menkes Gelontorkan Anggaran Rp50 Miliar untuk Tangani Banjir Sumatra
  • Banjir Sumatra Bayangi Pemulihan Saham Perbankan BMRI, BBRI Cs Awal 2026

Terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah mengatakan ruang lingkup pekerjaan Hutama Karya meliputi perbaikan dan peningkatan infrastruktur SPAM di 3 (tiga) wilayah terdampak. Di Kota Padang, pekerjaan mencakup perbaikan empat Intake utama, yakni Palukahan, Taban, Latung, dan Guo Kuranji, penambahan bak prasedimentasi di Intake Gunung Pangilun, serta pengadaan dan pemasangan pipa transmisi dan distribusi. 

Sementara itu, di Kabupaten Agam, Hutama Karya menangani perbaikan Intake, pemasangan pipa transmisi, serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 20 liter/detik. Adapun di Kabupaten Pesisir Selatan, pekerjaan difokuskan pada perbaikan delapan lokasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Saat ini, fokus utama pekerjaan berada di Kota Padang, khususnya pada penanganan pipa transmisi air baku dari Intake Palukahan menuju IPA Palukahan. Sistem ini terdiri dari dua jalur pipa, di mana jalur pertama telah kembali berfungsi melalui penanganan PDAM Kota Padang, sehingga IPA Palukahan dapat beroperasi kembali dan melayani masyarakat pada 50% dari kapasitas awal. 

“Kondisi ini menjadi langkah awal pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat yang terdampak,” tegasnya.

Hutama Karya saat ini mempercepat penyambungan jalur kedua menggunakan pipa HDPE yang didukung bantuan material dari Kementerian PU serta aksesori dari Hutama Karya Group. 

Hingga akhir Desember 2025, progres pekerjaan sampai dengan akhir desember ini telah mencapai sekitar 75%, dengan 1.134 meter pipa terpasang dari total estimasi  sekitar 1.500 meter.

Penyelesaian jalur ini ditargetkan segera rampung dalam waktu dekat, sehingga kapasitas distribusi air bersih dapat meningkat dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang berada di sekitar jalur akses air tersebut, yaitu beberapa daerah di Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Mardiansyah menyampaikan bahwa Hutama Karya menempatkan kualitas dan keberlanjutan sebagai prioritas utama dalam penanganan SPAM pascabencana.

“Penugasan dari Kementerian PU kami tindaklanjuti dengan gerak cepat dan kesiapan menyeluruh di lapangan, mulai dari penguatan tim, penerapan metode kerja, hingga pengendalian mutu. Pendekatan ini kami lakukan agar sistem air minum yang dipulihkan dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan pengelolaan sumber daya yang optimal, penerapan metode kerja adaptif di medan yang menantang, serta koordinasi intensif dengan Kementerian PU dan PDAM setempat.

Proyek ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pascabencana dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses air bersih yang lebih andal dan berkelanjutan. 

Melalui pelaksanaan proyek SPAM di Sumbar, Hutama Karya menegaskan kehadirannya sebagai bagian dari komitmen BUMN Peduli dalam mendukung masyarakat di wilayah terdampak bencana melalui penyediaan infrastruktur air minum yang dibangun secara bertahap dan terencana. 

“Kehadiran proyek ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik, sekaligus mendorong pemulihan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial secara berkesinambungan, sejalan dengan program tanggap bencana dari Danantara Indonesia,” tutup Mardiansyah.

1767874496_dc2e737c-7e46-4aa7-8989-ce5c69bce77b.Dua orang pekerja melakukan pemasangan pipa sistem penyaluran air minum di Kota Padang, Sumatra Barat. dok Hutama Karya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jaksa Ajukan Permohonan Izin Penyitaan Tanah dan Bangunan Nadiem Makarim
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kristen Stewart Ingin Sutradarai Remake Film Twilight: Saya Tahu Persis Luar-Dalam
• 10 jam laluinsertlive.com
thumb
Sendirian di Rumah, Pria di Depok Ditusuk Punggungnya Saat Tidur
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Mudik Gratis Lebaran 2026 Banten Akan Dibuka, Ini Link dan Persyaratannya
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Pria Lansia yang Hilang saat Cari Ikan di Sungai Ditemukan Tewas
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.