Jakarta, IDN Times - Ketegangan geopolitik di Amerika Selatan memasuki babak baru. Setelah dunia dikejutkan oleh operasi militer Amerika Serikat (AS) yang menculik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, di Caracas akhir pekan lalu, sorotan kini beralih ke negara tetangganya, Kolombia.
Hubungan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Kolombia, Gustavo Petro, sempat memanas hingga ke titik didih dalam beberapa hari terakhir. Namun, secara mengejutkan, Trump tiba-tiba mengubah nadanya 180 derajat pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat.
Apa yang sebenarnya terjadi di antara kedua pemimpin ini?



