VIVA – Manchester United mulai bergerak mencari manajer permanen anyar usai resmi memecat Ruben Amorim pada Senin pagi waktu setempat. Pelatih asal Portugal itu hanya bertahan 14 bulan di Old Trafford sebelum akhirnya dilepas menyusul serangkaian hasil mengecewakan.
Puncaknya terjadi saat MU ditahan imbang Leeds United 1-1. Seusai laga tersebut, Amorim melontarkan sindiran yang ditujukan kepada manajemen klub. Tak sampai 24 jam berselang, keputusan pemecatan pun diumumkan.
Selama menangani Setan Merah di Premier League, catatan Amorim terbilang buruk. Ia mencatat 19 kekalahan, jumlah yang hanya kalah dari Ange Postecoglou yang menelan 21 kekalahan.
Untuk sementara waktu, kursi pelatih MU diisi oleh Darren Fletcher. Mantan gelandang Setan Merah itu langsung menjalani debutnya sebagai pelatih interim saat MU bermain imbang 2-2 melawan Burnley, Rabu malam.
Sejumlah nama legenda klub seperti Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick sempat disebut-sebut sebagai kandidat pelatih sementara. Namun, wacana tersebut mendapat tanggapan sinis dari pengamat sepak bola Inggris, Richard Keys.
Dalam diskusi bersama Andy Gray dan Dwight Yorke, Keys menilai MU harus berhenti terus-menerus hidup dalam bayang-bayang kejayaan era Sir Alex Ferguson. Ia juga menolak gagasan menunjuk Solskjaer sebagai pelatih interim hingga akhir musim.
Lebih jauh, Richard Keys membocorkan nama yang disebut berada di urutan teratas daftar incaran Manchester United. Sosok tersebut adalah Thomas Tuchel, pelatih asal Jerman yang saat ini menangani Timnas Inggris.
“Saya percaya satu nama yang benar-benar mereka inginkan adalah Thomas Tuchel, dan mereka siap menunggu,” ujar Keys.
Menurutnya, MU tak keberatan menanti hingga musim panas, bahkan jika Tuchel masih memimpin Inggris di Piala Dunia. Keys meyakini mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munchen itu memiliki karakter kuat untuk melakukan perubahan besar di Old Trafford.
Bukan kali pertama nama Tuchel dikaitkan dengan Manchester United. Pada musim panas 2024, manajemen MU sempat mengadakan pembicaraan dengan Tuchel, termasuk pertemuan langsung dengan pemilik saham minoritas klub, Sir Jim Ratcliffe.
Namun, negosiasi kala itu gagal mencapai kesepakatan lantaran perbedaan pandangan terkait kebijakan transfer. Media Jerman, Bild, bahkan menyebut Tuchel saat itu sudah sangat dekat dengan kursi pelatih MU sebelum akhirnya urung bergabung.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2021%2F04%2F06%2Fced74962-9cf2-4ee1-8966-71daf9d3b7ec.jpg)
