Ditekan Obligasi, Harga Bitcoin Turun ke US$89.000

wartaekonomi.co.id
22 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin melemah pada perdagangan di Kamis (8/1). Penurunan terjadi seiring meredanya reli kripto, meskipun sentimen risiko global masih relatif kondusif didukung reli obligasi pemerintah dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari Coinmarketcap, harga bitcoin sempat turun hingga US$89.000. Pelemahan tersebut menandai koreksi setelah penguatan aset kripto unggulan tersebut hingga US$95.000.

Baca Juga: Harga Bitcoin Akan Dipengaruhi Faktor Makro dan Dinamika Pasar di 2026

Dari Amerika Serikat, pasar obligasi, melanjutkan penguatan dalam seluruh tenor, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah tenor sepuluh tahun turun ke sekitar 4,14%.

Penurunan yield dipicu oleh data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, yang memperkuat ekspektasi terkait penurunan suku bunga.

Laporan Desember menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta hanya bertambah 41.000. Kondisi ini sempat mendorong pasar suku bunga meningkatkan peluang bahwa bank sentral akan melakukan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing dua puluh lima basis poin hingga akhir tahun.

Penguatan obligasi juga terlihat di Asia. Obligasi Australia, Jepang dan Selandia Baru menguat dan berada dalam zona positif.

Pergerakan pasar obligasi menjadi penting bagi kripto karena ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar umumnya mendukung aset berisiko, terutama ketika likuiditas global meningkat.

Kini, penggerak pasar tidak lagi bergantung pada satu katalis tunggal, melainkan kombinasi faktor pendukung seperti ekspektasi likuiditas yang membaik, stabilitas kebijakan serta valuasi aset kripto yang masih berada di bawah puncak siklus sebelumnya dibandingkan kelas aset lain.

Baca Juga: Usai Bitcoin, Morgan Stanley Ajukan Ethereum Trust

Namun, koreksi terbaru menunjukkan bahwa pelaku pasar belum melihat reli awal tahun sebagai pergerakan satu arah. Pasar kripto tetap sensitif terhadap dominasi bitcoin dan perlambatan arus dana atau kembalinya minat ke aset tradisional berpotensi menguji ketahanan pemulihan harga.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mengapa UU TNI Paling Banyak Diuji di Mahkamah Konstitusi?
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Jangan Dipakai, Password Ini Paling Disukai Maling M-Banking
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bukan Sekadar Tren, Pakar UB Apresiasi Gerakan Siap Darling
• 46 menit laluberitajatim.com
thumb
Patahkan Dominasi 20 Tahun, Penjualan Mobil China Salip Jepang
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil, Klasemen, dan Top Skor Liga Italia: Nyaris Malu, AC Milan Gagal Dekati Inter Milan
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.