Kreator The Last of Us Kenalkan Game Baru, Coven of the Chicken Foot

medcom.id
22 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Sutradara sekaligus kreator di balik The Last of Us, Bruce Straley, resmi kembali ke industri gim dengan proyek terbarunya berjudul Coven of the Chicken Foot. Gim ini menjadi karya perdana dari studio barunya, Wildflower Interactive, dan diperkenalkan ke publik dalam ajang The Game Awards 2025.
 
Meski tampil sangat berbeda secara visual dan nuansa dibanding karya-karya Straley sebelumnya, Coven of the Chicken Foot tetap membawa benang merah dari pengalamannya di Naughty Dog, khususnya dalam pengembangan karakter pendamping yang reaktif dan responsif terhadap pemain.
 
Gim ini mengusung konsep petualangan puzzle-platformer yang berfokus pada hubungan antara karakter utama bernama Gertie, seorang penyihir tua, dengan makhluk aneh yang selalu mengikutinya. Dalam trailer perdananya, interaksi keduanya mengingatkan pada dinamika karakter dalam The Last Guardian, di mana kerja sama menjadi kunci utama untuk memecahkan teka-teki dan menjelajahi lingkungan.

Straley menggambarkan Coven of the Chicken Foot sebagai gim petualangan terbuka dalam area-area terbatas, bukan dunia terbuka sepenuhnya. Pemain bebas mengeksplorasi berbagai bioma dan menyelesaikan puzzle dengan bantuan makhluk pendamping yang mampu mengamati, belajar, dan bereaksi terhadap tindakan pemain sepanjang permainan.
 
Tokoh Gertie sendiri dirancang jauh dari tipikal pahlawan gim pada umumnya. Ia bukan karakter yang lincah atau kuat secara fisik. Kemampuannya menggunakan sihir pun terbatas dan menguras tenaga.
 
Menurut Straley, pendekatan ini lahir dari keinginannya untuk membongkar konsep perjalanan pahlawan yang lazim ditemui dalam gim petualangan.
 
“Bagaimana jika kamu tidak punya pedang atau perisai? Bagaimana jika kamu terhambat oleh usia? Bagaimana jika kamu bukan pahlawan yang biasa?” ujar Straley seperti dikutip dari Polygon Kamis, 8 Januari 2026. “Bagi saya, kepahlawanan bukan hanya soal bertarung, tetapi juga pengorbanan, loyalitas, dan ketekunan,” tambahnya.
 
Di balik nuansa fantasi yang ringan, Coven of the Chicken Foot tetap menyimpan sisi gelap dalam ceritanya. Straley memberi isyarat bahwa Gertie memiliki masa lalu dan sumpah tertentu yang mengikatnya dengan Coven of the Chicken Foot, bahkan berhubungan dengan kebangkitan kekuatan gelap dalam dunia gim tersebut. Meski demikian, tema gelap ini dibalut dengan sentuhan humor dan permainan terhadap trope klasik gim petualangan.
 
Salah satu aspek paling menonjol dari gim ini terletak pada sistem karakter pendampingnya. Straley mengembangkan sistem tersebut sebagai kelanjutan dari eksperimen karakter Ellie di The Last of Us. Jika sebelumnya Ellie mampu merespons kondisi Joel secara dinamis, kini sistem tersebut diperluas menjadi karakter pendamping yang benar-benar belajar dari tindakan pemain.
 
Makhluk pendamping dalam Coven of the Chicken Foot bereaksi dalam beberapa tahap, mulai dari rasa ingin tahu, meniru tindakan pemain, hingga benar-benar memahami fungsi suatu aksi. Sebagai contoh, ketika pemain mengenakan topi atau helm, makhluk tersebut akan mencoba menirunya, bahkan menganggap benda-benda serupa sebagai sesuatu yang penting dalam situasi tertentu.
 
Straley menekankan bahwa perilaku tersebut tidak akan muncul jika pemain tidak pernah melakukan aksi terkait. Dengan demikian, setiap pemain akan membentuk hubungan yang berbeda dengan karakter pendampingnya, menghasilkan pengalaman dan cerita yang unik di tiap permainan.
 
Pendekatan ini membuat Coven of the Chicken Foot dirancang sebagai gim dengan tempo lambat dan berorientasi eksplorasi, bukan pengalaman linear dengan alur cerita ketat. Menurut Straley, upaya memasukkan struktur cerita tradisional justru mengurangi kekuatan utama gim ini, yakni dinamika hubungan antara pemain dan karakter pendamping.
 
Saat ini, Coven of the Chicken Foot masih dalam tahap pengembangan dan direncanakan rilis untuk platform PC berbasis Windows. Gim tersebut sudah dapat dimasukkan ke dalam daftar wishlist melalui Steam.
 

(Sheva Asyraful Fali)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bacaan Sujud Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Tata Cara Sesuai Sunnah
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sjafrie Didampingi Wapang TNI Bertemu Menhan Turki di Kompleks Aselsan
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Parpol Diminta dengar Suara Rakyat, Mayoritas Tolak Pilkada Via DPRD
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Ngaku Gentleman, Insanul Fahmi Siap Bersujud Demi Dapat Maaf dari Wardatina Mawa
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Di Tengah Heboh Kasus 7 Pemain Naturalisasi Ilegal! FAM Pulihkan Jabatan Datuk Noor Azman
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.