JAKARTA, KOMPAS.com - Kemacetan parah yang terjadi di Jalan Cakung–Cilincing Raya, Jakarta Utara, pada Kamis (8/1/2026) malam membuat seorang warga bernama Amir (35) terpaksa berjalan kaki karena angkutan umum yang ia tunggu tidak kunjung tiba.
Saat ditemui Kompas.com, Amir duduk di salah satu warung nasi di pinggir Jalan Cakung–Cilincing Raya. Ia mengaku berjalan kaki dari wilayah Cakung menuju titik tersebut karena tidak ada angkutan yang beroperasi akibat kemacetan.
“Mau naik angkutan 01, jurusan Marunda. Terus, berhubung macet tuh, enggak ada yang berangkat angkutan,” kata Amir saat ditemui di dekat BSA Logistic, Jalan Cakung–Cilincing Raya, Kamis malam.
Baca juga: Pria di Depok Ditusuk hingga Tewas Saat Tidur
Amir mengaku sudah menunggu cukup lama, tetapi tidak ada satu pun angkutan yang melintas.
“Ya, karena terpaksa, Bang. Macetnya pas aku turunan dari Bekasi, sudah macet. Ya sekitar habis Isya lah (mulai jalan kaki),” katanya.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=macet di cakung, macet di jalan raya cakung-cilincing&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOS8wMDA2NDQ5MS9tYWNldC1wYXJhaC1kaS1jYWt1bmdjaWxpbmNpbmctd2FyZ2EtdGVycGFrc2EtamFsYW4ta2FraQ==&q=Macet Parah di Cakung–Cilincing, Warga Terpaksa Jalan Kaki§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Ia menjelaskan, ia sempat turun di pangkalan angkutan 01 di wilayah Cakung sebelum memutuskan untuk berjalan kaki.
Karena tak kunjung mendapatkan angkutan, Amir akhirnya berjalan kaki meski jarak yang ditempuh cukup jauh.
Ia mengaku mulai berjalan setelah waktu Isya dan baru tiba di wilayah Cilincing sekitar pukul 21.30 WIB.
“Iya, sampai setengah sepuluh tuh,” ucapnya.
Baca juga: Atribut yang Dipakai Pramugari Gadungan Bukan Perlengkapan Resmi Batik Air
Amir mengatakan, jika kondisi lalu lintas normal, perjalanan seharusnya bisa ditempuh lebih cepat.
“Kalau enggak macet mah naik angkutan, dari tadi juga udah nyampai pukul 20.00 WIB,” katanya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


