REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Perum Bulog mencatat rekor baru dalam penyerapan gabah pada tahun 2025. Dengan menyerap 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), Bulog menegaskan perannya dalam menjaga produksi petani dan memperkuat cadangan beras nasional. Pencapaian ini disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Kamis.
Ahmad Rizal mengungkapkan bahwa Bulog juga menyerap 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan 765.504 ton beras, yang membawa total pengadaan setara beras tahun ini mencapai 3.191.969 ton. Keberhasilan ini, menurutnya, merupakan hasil dari kehadiran aktif Bulog di lapangan untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram memastikan kesejahteraan petani terjaga. Bulog, sebagai stabilisator pangan dan offtaker utama hasil panen petani, berperan penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Rizal menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh ekosistem pangan nasional, termasuk sinergi lintas sektor yang diperkuat Bulog bersama pemerintah pusat dan daerah, petani, serta pemangku kepentingan lainnya. Bulog juga membangun kolaborasi dengan BUMN dalam ekosistem pangan nasional yang terintegrasi.
Selain itu, kolaborasi strategis dengan TNI dan Polri dalam pemanfaatan fasilitas pergudangan menjamin keamanan, ketersediaan, dan kelancaran pengelolaan stok pangan nasional. Atas kontribusi ini, Bulog mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada acara Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional 2025 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Konten ini diolah dengan bantuan AI.




