Bahlil Pamer ESDM Setor PNBP Rp138,37 Triliun di 2025, Simak Rinciannya

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tercatat di pembukuan Kementerian ESDM sebesar Rp138,37 triliun.

Bahlil Pamer ESDM Setor PNBP Rp138,37 Triliun di 2025, Simak Rinciannya. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tercatat di pembukuan Kementerian ESDM sebesar Rp138,37 triliun.

Capaian tersebut melampaui target awal yang ditetapkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2025 sebesar Rp127,44 triliun.

Baca Juga:
BBM SPBU Swasta Langka Jadi Sorotan, Bahlil Tunjuk Pertamina Jadi Pemasok Base Fuel

"Pencapaian target dari PNBP yang tercatat di Kementerian ESDM itu mencapai 108,56 persen, melampaui target. Dan ini saya harus jujur mengatakan bahwa ini kerja tim, kerja-kerja yang membutuhkan inovasi, konsentrasi, dan totalitas. Kenapa ini kita harus lakukan? Karena negara membutuhkan dana untuk bagaimana bisa membiayai program-program kerakyatan," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Jumat (9/1/2026).

Keberhasilan melampaui target ini didorong oleh kontribusi signifikan dari beberapa subsektor. Terbesar berasal dari PNBP sektor Sumber Daya Alam (SDA) Mineral dan Batu Bara (Minerba) yang mencapai 104,38 persen dari target, SDA Panas Bumi 103,4 persen, serta sektor lainnya yang melonjak hingga 311,05 persen.

Baca Juga:
Bahlil Pastikan Tarif Listrik Tak Naik Selama 2026

Bahlil memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai Kementerian ESDM terkait atas capaian ini, mengingat kondisi harga batu bara dan beberapa komoditas lainnya yang kurang bergairah sepanjang tahun lalu.

Baca Juga:
Bahlil soal Target RI Tak Lagi Impor Solar di 2026: Tunggu Kesiapan RDMP Balikpapan

Terkait sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas), realisasi PNBP SDA Migas yang dicatatkan melalui Kementerian Keuangan mencapai Rp105,04 triliun atau sebesar 83,7 persen dari target Rp125,46 triliun. 

Bahlil menjelaskan, tidak tercapainya target PNBP subsektor migas disebabkan oleh faktor harga minyak mentah (ICP) yang jauh di bawah asumsi makro yang ditetapkan pada 2025.

"Saya harus menyampaikan bahwa di dalam asumsi makro APBN kita, harga ICP itu USD82 per barel. Namun kenyataannya rata-rata sejak dari Januari sampai 31 Desember rata-rata harga minyak dunia itu USD68 per barel," katanya.

Meskipun persentasenya belum mencapai target, Bahlil mengatakan, kinerja sektor migas menunjukkan tren positif di mana lifting minyak bumi nasional rata-rata 2025 mencapai 605,3 MBOPD atau 100,05 persen dari target APBN. Capaian lifting ini menjadi catatan bersejarah karena merupakan capaian pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir yang mencapai target APBN.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Adik Jadi Tersangka Korupsi Haji, Sikap Gus Yahya: Saya Tak Akan Intervensi
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Bahlil Ungkap Hitung-Hitungan Diskon Tarif Listrik untuk Daerah Bencana Sumatera
• 11 jam laludisway.id
thumb
Menkum Tanggapi Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono, Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Menteri Hukum: Silakan Baca Unsur Pidananya di KUHP Baru
• 12 jam laludisway.id
thumb
Pasar Estetika Indonesia Menuju Rp23 Triliun, Dermies Max Buka Flagship Paling Hype di Kemang
• 22 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.