Heboh karena Berdekatan dengan Kandang Babi, Dapur MBG di Sragen Akan Dipindah

rctiplus.com
20 jam lalu
Cover Berita

SRAGEN, iNews.id - Polemik pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Banaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah akhirnya mencapai titik akhir. Badan Gizi Nasional (BGN) pusat memutuskan dapur tersebut harus direlokasi setelah terbukti dibangun berdekatan dengan kandang babi, sehingga dinilai melanggar standar operasional prosedur (SOP).

Keputusan relokasi diambil melalui mediasi yang melibatkan 12 pihak pada Kamis siang di Hotel Front One Sragen. Mediasi dihadiri perwakilan BGN pusat, Pemerintah Kabupaten Sragen, Satgas MBG daerah, unsur Forkopimda, pengelola SPPG, hingga pemilik peternakan babi.  

Wakil Bupati Sragen sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten, Suroto, menyatakan bahwa mediasi yang difasilitasi langsung oleh BGN menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima semua pihak. 

Dapur SPPG Banaran akan dipindahkan ke lokasi lain, namun tetap berada di wilayah Kecamatan Sambungmacan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga harmoni sosial masyarakat sekaligus memastikan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa mengganggu usaha warga yang sudah lama berdiri.  

"Alhamdulaillah berkat kehadiran BGN pusat, setelah mediasi membuahkan hasil yang sekiranya nyaman kedua belah pihak hasilnya daripada itu SPPG harus relokasi," ujar Suroto.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, menegaskan relokasi dilakukan karena pembangunan dapur melanggar aturan Kementerian Kesehatan. 

Dalam ketentuan, dapur MBG tidak boleh berdekatan dengan kandang ternak maupun tempat pembuangan. Meski mitra mengetahui adanya kandang babi di sekitar lokasi, pembangunan tetap dilakukan.  

Sebagai solusi, BGN memberikan kebijakan khusus dengan memfasilitasi mitra untuk membangun dapur baru di lokasi lain dalam satu kecamatan, dengan target penyelesaian tetap 45 hari sesuai standar nasional.  

Dari pihak pengelola, Aan Yuliatmoko menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan komitmen untuk mematuhi seluruh aturan yang berlaku. Dia menekankan dukungan penuh terhadap program Presiden Makan Bergizi Gratis, meski harus melakukan relokasi dan membangun kembali dapur sesuai ketentuan BGN.  

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Partai Demokrat Bakal Gelar Perayaan Natal Nasional 2026, Momentum Doa bagi Keselamatan Bangsa
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Dispendukcapil: Mayoritas Layanan Adminduk Sudah Online, Warga Tak Perlu Selalu ke Siola
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tersenggol di Lampu Merah, Pak Ogah di Jakbar Ngamuk dan Aniaya Pengendara
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Maksimalkan Potensi Pertumbuhan Aset Kripto dengan Bittime Fleksibel Staking
• 45 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Vietnam Gerebek Jaringan Judol, 35 Orang Ditangkap
• 16 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.