B. Riley: Market Kripto Perlahan Tak Lagi Mengandalkan Spekulasi

wartaekonomi.co.id
18 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Investasi Amerika Serikat (AS) B. Riley menyatakan bahwa aset digital seperti kripto akan melewati titik kritis pada tahun ini, beralih dari instrumen yang didominasi spekulasi menjadi bagian dari infrastruktur keuangan praktis seiring pematangan regulasi dan adopsi teknologi blockchain di 2026

Analis B. Riley, Fedor Shabalin menilai bahwa aturan yang lebih jelas terkait stablecoin, meningkatnya tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets) oleh institusi, penguatan kerangka tata kelola serta membaiknya interoperabilitas antara sistem pembukuan bank dan blockchain publik secara kolektif mengubah cara aset digital digunakan, bukan sekadar diperdagangkan.

Baca Juga: ICEX Masuk Bursa Kripto, Siap Bersaing dengan CFX

“Kami memperkirakan pasar aset digital akan bertransisi dari spekulasi ke utilitas praktis, seiring kerangka regulasi yang semakin matang dan integrasi blockchain ke dalam infrastruktur keuangan global,” ungkap Shabalin, dilansir Jumat (9/1).

Perubahan ini mendorong perusahaan treasury aset digital untuk mengalihkan strategi dari sekadar mengakumulasi token menuju pemanfaatan operasional yang dapat menghasilkan pendapatan berulang.

B. Riley juga menyoroti keputusan terbaru dari MSCI. Ia baru-baru ini membatalkan rencana untuk mengecualikan perusahaan treasury aset digital dari indeks saham global utama.

MSCI menyatakan masih diperlukan kajian lebih lanjut untuk membedakan antara perusahaan investasi dan entitas operasional yang memegang aset digital sebagai bagian inti dari strategi bisnis mereka.

Baca Juga: Purbaya Perketat Pengawasan Pajak Kripto, Transaksi Pengguna Dipantau DJP

Menurut B. Riley, penundaan tersebut bersifat positif bagi sektor aset digital karena inklusi indeks membantu menjaga arus dana pasif dan mengurangi risiko penjualan paksa oleh manajer dana indeks.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Panglima TNI Jenderal Agus Ingin Buat Batalyon Olahraga
• 15 jam laluidntimes.com
thumb
Defisit Neraca Dagang AS Sentuh Level Terendah sejak 2009
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Trump Kucurkan 45 Juta Dolar AS untuk Dukung Gencatan Senjata Thailand dan Kamboja
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Gaji ke-13 ASN Tahun 2026 Belum Tentu Cair? Simak Peraturan Resminya
• 12 jam lalufajar.co.id
thumb
Batam Salurkan Bantuan Rp4,7 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera Utara, Bobby Nasution Sampaikan Apresiasi
• 19 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.