Bandung: Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung merawat 10 pasien super flu sepanjang 2025. Rumah sakit rujukan nasional di Jawa Barat tersebut memastikan telah menyiapkan prosedur penanganan khusus bagi pasien yang terpapar virus influenza A (H3N2) subclade K.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik dengan berkembangnya super flu. Virus influenza A (H3N2) subclade K ini tidak berbeda jauh dengan influenza biasa, meskipun memiliki gejala yang lebih berat dari flu pada umumnya,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, Iwan Abdul Rachman, Kamis, 8 Januari 2026.
Iwan menegaskan, RSHS siap memberikan pelayanan kepada seluruh pasien super flu. Masyarakat yang mengalami gejala flu berat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Ilustrasi virus. Foto: Medcom.id
RSHS juga telah menerapkan prosedur serta kebijakan penanganan pasien yang telah berjalan sejak pandemi Covid-19. Hal ini karena pola penularan virus influenza A (H3N2) subclade K serupa dengan virus pernapasan lainnya, yakni melalui droplet.
“Super flu termasuk dalam droplet. RSHS sudah punya tata laksana pada pasien dengan droplet yang datang ke rumah sakit maupun yang datang ke instalasi gawat darurat (IGD),” ujar Iwan.
Baca Juga :
Menkes Ungkap Fakta Super Flu H3N2: Bukan Virus Baru, Sudah Ada Puluhan Tahun!Sementara itu, Ketua Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (Pinere) RSHS, Yovita Hartantri, mengungkapkan dari total 10 pasien super flu yang dirawat, satu orang meninggal dunia karena memiliki penyakit bawaan. Dua pasien lainnya merupakan bayi dan anak-anak.
"Kami mendapat kepastian adanya super flu dari Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan pada awal Januari 2026. Puncak kasus influenza yang ditangani RSHS Bandung terjadi pada Oktober 2025,” kata Yovita. (MI/SG/Sugeng)


