MotoGP Bidik Pasar Amerika Serikat, Strategi Transformasi di Bawah Liberty Media

mediaindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita

DORNA Sports mulai menyusun langkah strategis untuk mengubah wajah MotoGP di masa depan. Chief Sporting Officer Dorna, Carlos Ezpeleta, menegaskan bahwa ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini akan segera melakukan ekspansi pemasaran besar-besaran, dengan Amerika Serikat (AS) sebagai target utamanya.

Dalam wawancara eksklusif dengan Financial Times, Ezpeleta mengungkapkan visi MotoGP untuk mengadopsi pendekatan yang lebih global. 

Saat ini, kalender balap MotoGP dinilai masih sangat didominasi oleh pasar Eropa, dengan 14 dari 22 seri balapan masih dilangsungkan di Benua Biru tersebut.

"Kami sadar dan sangat sadar bahwa seri kami lebih banyak berlangsung di Eropa saat ini, mungkin dua atau tiga musim (lagi), dan kami akan melakukan langkah yang lebih global di masa depan," ujar Ezpeleta.

Ketimpangan Pendapatan dan Dominasi Eropa

Data keuangan 2024 menunjukkan ketergantungan MotoGP yang sangat tinggi pada pasar Eropa. Dari sisi hak siar, Eropa menyumbangkan angka fantastis sebesar 83% dari total pendapatan. 

Kontribusi wilayah lain terpantau masih sangat kecil; Asia mencatatkan 9%, sementara AS hanya menyumbang 4% dari pendapatan hak siar dan 7% dari biaya penyelenggaraan balapan.

Langkah ekspansi ini sejalan dengan momentum pengambilalihan MotoGP oleh Liberty Media pada 2025. 

Perusahaan yang juga merupakan pemegang hak siar Formula 1 tersebut mengakuisisi MotoGP dengan nilai mencapai 4,3 miliar Euro. Masuknya Liberty Media diharapkan mampu mereplikasi kesuksesan mereka dalam mempopulerkan balapan di tanah Amerika.

Memanusiakan Sang "Gladiator"

Selain pergeseran geografis, Ezpeleta menyoroti pentingnya perubahan strategi branding. Ia mengevaluasi bahwa selama ini MotoGP kurang maksimal dalam mengangkat citra pembalap sebagai ikon hiburan yang dapat dipasarkan secara personal kepada publik luas.

"Pembalap kami lebih gladiator daripada atlet lain, dan saya pikir ini tentang menceritakan kisah tentang bagaimana superhero datang dalam segala bentuk dan bentuk. Orang-orang harus mengenal mereka di luar motor, tanpa helm mereka," ungkapnya.

Strategi ini bertujuan untuk membangun koneksi emosional antara penggemar dengan pembalap sebagai individu, bukan sekadar mesin balap di atas lintasan.

Diversifikasi Sponsor

Transformasi ini juga menargetkan perubahan pada struktur ekonomi MotoGP. Saat ini, tiga perempat sponsor MotoGP masih didominasi oleh industri tradisional otomotif seperti ban, bahan bakar, dan pelumas. 

Melalui ekspansi global dan penguatan profil pembalap, MotoGP berharap dapat menarik minat sponsor dari sektor gaya hidup dan teknologi, sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sponsor tradisional olahraga motor. (Ant/Z-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menyambangi Jejak Kehidupan di Kampung Zombie, Saksi Bisu Kengerian Bertahan dari Banjir Jakarta
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Ini Tanggapan Muhammadiyah terhadap Special Show Pandji Pragiwaksono Mens Rea
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Masa Depan Robert Lewandowski di Barcelona Masih belum Jelas
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kapan THR Lebaran 2026 Cair? Ini Jadwal dan Ketentuannya
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sinkhole Berair Biru di Limapuluh Kota jadi Wisata Dadakan, Warga Ambil Air untuk Obat
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.