Jakarta, VIVA – Bagi sebagian ibu prasejahtera, akses terhadap layanan keuangan kerap menjadi pengalaman yang menakutkan. Rasa sungkan, kekhawatiran tidak dipahami, hingga anggapan bahwa pinjaman harus disertai jaminan sering menjadi penghalang utama. Namun, pengalaman tersebut perlahan berubah saat mereka bertemu dengan Account Officer (AO) PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Pertemuan awal biasanya berlangsung sederhana dan penuh keakraban. AO PNM hadir langsung ke lingkungan nasabah, mulai dari teras rumah, balai warga, hingga perkampungan. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan sikap terbuka untuk mendengar, AO PNM menjelaskan akses pembiayaan tanpa agunan sekaligus memberikan pendampingan agar nasabah dapat mengembangkan usahanya dan naik kelas.
- Dok. PNM
Pelayanan PNM tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan semata. AO PNM kerap membangun kedekatan personal dengan nasabah, mengenal keluarga mereka, memahami ritme usaha harian, hingga mengetahui kapan harus memberi motivasi dan kapan cukup menjadi pendengar. Relasi yang terbangun ini menghadirkan rasa aman karena nasabah merasa didampingi dalam setiap fase perjalanan usahanya.
Kunjungan rutin dan komunikasi yang terjaga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Setiap percakapan ringan dan solusi yang disampaikan dengan pendekatan sederhana membuat nasabah merasa dilayani secara dekat, bukan dari jarak jauh.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan.
“PNM hadir untuk melayani masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Dengan akses pembiayaan yang bertanggung jawab dan pendampingan berkelanjutan, kami ingin mereka mendapat kesempatan memiliki produk keuangan yang aman,” ujar Dodot dalam keterangannya yang diterima VIVA, Jumat (9/1/2026).
Dodot menambahkan, pembiayaan tanpa disertai pemberdayaan tidak akan memberikan dampak jangka panjang.
“Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pengetahuan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha melalui Account Officer. Tujuannya agar kehidupan nasabah benar-benar menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Di balik peran tersebut, AO PNM menjalankan tugasnya dengan pendekatan empati. Mereka memahami bahwa bagi nasabah, layanan keuangan bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari perjuangan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.



