Pendekatan Hati ke Hati, Cara PNM Layani Kelompok Subsisten

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Bagi sebagian ibu prasejahtera, akses terhadap layanan keuangan kerap menjadi pengalaman yang menakutkan. Rasa sungkan, kekhawatiran tidak dipahami, hingga anggapan bahwa pinjaman harus disertai jaminan sering menjadi penghalang utama. Namun, pengalaman tersebut perlahan berubah saat mereka bertemu dengan Account Officer (AO) PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Pertemuan awal biasanya berlangsung sederhana dan penuh keakraban. AO PNM hadir langsung ke lingkungan nasabah, mulai dari teras rumah, balai warga, hingga perkampungan. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan sikap terbuka untuk mendengar, AO PNM menjelaskan akses pembiayaan tanpa agunan sekaligus memberikan pendampingan agar nasabah dapat mengembangkan usahanya dan naik kelas.

Baca Juga :
Survei Mekaar Ungkap Dampak Nyata Pemberdayaan PNM bagi Masyarakat Prasejahtera
ESG PNM Tumbuh Bersama Ibu-ibu Pelaku Usaha Lokal

Pendekatan Hati ke Hati, Cara PNM Layani Kelompok Subsisten
Photo :
  • Dok. PNM

Pelayanan PNM tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan semata. AO PNM kerap membangun kedekatan personal dengan nasabah, mengenal keluarga mereka, memahami ritme usaha harian, hingga mengetahui kapan harus memberi motivasi dan kapan cukup menjadi pendengar. Relasi yang terbangun ini menghadirkan rasa aman karena nasabah merasa didampingi dalam setiap fase perjalanan usahanya.

Kunjungan rutin dan komunikasi yang terjaga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Setiap percakapan ringan dan solusi yang disampaikan dengan pendekatan sederhana membuat nasabah merasa dilayani secara dekat, bukan dari jarak jauh.

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan.

“PNM hadir untuk melayani masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Dengan akses pembiayaan yang bertanggung jawab dan pendampingan berkelanjutan, kami ingin mereka mendapat kesempatan memiliki produk keuangan yang aman,” ujar Dodot dalam keterangannya yang diterima VIVA, Jumat (9/1/2026).

Dodot menambahkan, pembiayaan tanpa disertai pemberdayaan tidak akan memberikan dampak jangka panjang.

“Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pengetahuan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha melalui Account Officer. Tujuannya agar kehidupan nasabah benar-benar menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.

Di balik peran tersebut, AO PNM menjalankan tugasnya dengan pendekatan empati. Mereka memahami bahwa bagi nasabah, layanan keuangan bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari perjuangan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga :
Semangat PNM Perkuat Komitmen Pelayanan Berbasis Customer Experience di 2026
Relawan PNM Turun Langsung Salurkan Bantuan hingga Kuatkan Korban Bencana
PNM Peduli Kembali Turun ke Aceh Tamiang, Dukung Warga Bangkit Pascabencana

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Persita vs Borneo FC: Laskar Cisadane Tumbangkan Pemuncak Klasemen 2-0
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Polres Gresik Tangkap Tiga Gangster, Ketuanya Ditembak
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Beruang Besar Bersembunyi di Bawah Rumah, Akhirnya Bisa Diusir setelah 37 Hari
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Prof Henri Soal Pandji yang Disorot: Isinya Satire yang Kritis dan Cerdas
• 10 jam lalufajar.co.id
thumb
Apakah Cinta Telah Mati di Kota Rumi?
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.