Harga emas menguat pada Kamis (8/1/2026) seiring investor menanti rilis data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS).
IDXChannel - Harga emas menguat pada Kamis (8/1/2026) seiring investor menanti rilis data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) untuk membaca arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Namun, tekanan jangka pendek dari penyesuaian indeks komoditas masih membatasi penguatan.
Emas spot naik 0,47 persen ke USD4.477,56 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah harian di USD4.406,89.
Pasar tengah mencermati proses rebalancing tahunan Bloomberg Commodity Index yang dimulai pekan ini. Penyesuaian bobot tersebut dilakukan secara berkala agar indeks tetap selaras dengan kondisi pasar.
“Untuk beberapa sesi ke depan, emas dan perak akan berada di bawah tekanan selama proses penyesuaian indeks komoditas berlangsung,” ujar Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn, dikutip Reuters.
Ia menambahkan, “Setelah situasi mereda hingga pertengahan pekan depan, ini akan menjadi peluang yang baik bagi investor jangka panjang untuk kembali masuk ke pasar.”
Fokus investor kini tertuju pada data NFP AS yang dijadwalkan rilis Jumat.
Jajak pendapat Reuters memperkirakan penambahan 60.000 lapangan kerja pada Desember, dibandingkan 64.000 pada bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diproyeksikan turun tipis ke 4,5 persen dari 4,6 persen.
Pasar saat ini memprakirakan The Fed memangkas suku bunga dua kali sepanjang tahun ini.
Emas, sebagai aset tanpa imbal hasil, umumnya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Sejumlah data terbaru menunjukkan tanda-tanda pendinginan pasar tenaga kerja AS.
Klaim pengangguran meningkat moderat pekan lalu, menyusul laporan bahwa pembukaan lowongan kerja pada November turun lebih dalam dari perkiraan dan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta pada Desember berada di bawah proyeksi.
Di sisi geopolitik, ketegangan berlanjut setelah penyitaan dua kapal tanker minyak yang terkait Venezuela di Atlantik.
Selain itu, pejabat AS dilaporkan membahas opsi pemberian pembayaran sekaligus kepada warga Greenland untuk mendorong pemisahan dari Denmark dan potensi penyelarasan dengan Amerika Serikat.
HSBC kini memproyeksikan harga emas berpotensi mencapai USD5.000 per troy ons pada paruh pertama 2026, didorong risiko geopolitik dan meningkatnya beban utang fiskal.
Di pasar logam mulia lainnya, perak spot turun 3,2 persen ke USD75,64 per ons. Platinum melemah 2,3 persen ke USD2.253,91 per ons, sementara paladium turun 1,1 persen ke USD1.745 per ons. (Aldo Fernando)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468678/original/076856500_1767969026-marcilio.jpg)

