KUPANG, KOMPAS - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menetapkan dua tersangka tenggelamnya kapal wisata KLM Putri Sakinah yang menewaskan sejumlah wisatawan asal Spanyol di destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Dua tersangka itu adalah nakhoda kapal berinisial L dan kepala kamar mesin kapal berinisial M.
“Berdasarkan hasil gelar perkara, disepakati penetapan dua tersangka dalam perkara kecelakaan kapal KLM Putri Sakinah,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra, Jumat (9/1/2026).
Menurut Henry, dua tersangka itu dijerat Pasal 359 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), juncto Pasal 330 UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto Pasal 20 huruf c UU No 1 Tahun 2023. Pasal-pasal itu berkait dengan kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.
Setelah gelar perkara itu, menurut Henry, penyidik menyusun administrasi penyidikan, melakukan koordinasi intensif dengan jaksa penuntut umum, serta menyusun dan melengkapi berkas perkara. Ia menyebut, proses hukum kasus itu berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Henry pun mengimbau seluruh pelaku pelayaran dan transportasi laut di Labuan Bajo agar selalu mengutamakan standar keselamatan. Kelalaian dalam pelayaran dapat berdampak fatal dan berujung pada konsekuensi hukum. "Dan nyawa manusia yang tak tergantikan," ucap dia.
KLM Putri Sakinah tenggelam setelah 30 menit berlayar dari Pulau Kalong pada Jumat (26/12/2025) malam. Sekitar pukul 20.30 Wita hari itu, kapal tersebut mengalami mati mesin. Kapal kemudian terombang-ambing karena kondisi cuaca buruk, lalu akhirnya tenggelam.
Kapal itu mengangkut satu keluarga wisatawan asal Spanyol, yakni Martin Carreras Fernando bersama istrinya, Ortuno Andrea, serta empat anak mereka, yaitu Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, Martines Ortuno Enriquejavier, dan Mar Martinez Ortuno.
Ortuno Andrea dan Mar Martinez ditemukan selamat. Namun, Fernando, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martin Garcia Mateo ditemukan tewas. Adapun satu korban yang masih hilang adalah Martines Ortuno Enriquejavier.
Sementara itu, Jumat ini merupakan hari ke-15 operasi SAR gabungan untuk mencari korban hilang dalam kecelakaan tersebut. Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan, tim terus bekerja maksimal untuk menemukan korban hilang. Pencarian dilakukan di tengah kondisi cuaca buruk yang menerjang perairan setempat.
Operasi SAR awalnya berlangsung tujuh hari mulai 26 Desember 2025. Operasi itu kemudian diperpanjang tiga hari mulai 2 Januari 2026. Kemudian ada perpanjangan lagi tiga hari hingga 7 Januari 2026. Sesudah itu, operasi dilanjutkan lagi dua hari hingga 9 Januari 2026.
Serial Artikel
Tragedi Pelatih Valencia di Labuan Bajo, Liburan Keluarga yang Berujung Duka
Liburan Martin Carreras Fernando bersama keluarga di Labuan Bajo berujung duka. Pelatih tim putri klub Valencia itu dan tiga anaknya hilang dalam kecelakaan kapal.
Di sisi lain, kasus tenggelamnya KLM Putri Sakinah juga memunculkan pertanyaan mengenai kelaikan kapal itu. Doni Parera, pelaku wisata di Labuan Bajo, menuturkan, desain kapal wisata di Labuan Bajo dinilai tidak seimbang.
Menurutnya, bodi kapal wisata itu ramping dan disusun menjadi lebih dari dua dek. Setiap dek diisi beberapa kamar demi menampung lebih banyak tamu. Model kapal yang ramping dan tinggi itu dinilai mudah tumbang jika terjadi angin atau gelombang tiba-tiba.
Doni menyebut, persoalan itu sudah diketahui oleh Kementerian Perhubungan yang memberi izin operasi serta izin berlayar setiap kali kapal hendak meninggalkan pelabuhan. "Pasti ada yang tidak beres dalam proses perizinan itu," ucap dia.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Rudiyanto, membantah tuduhan bahwa kapal yang tenggelam tersebut tidak laik melaut.
"Terkait dengan KLM Putri Sakinah, tidak ditemukan masalah dengan konstruksi kapal dan stabilitasnya. Kapal selama ini beroperasi dengan baik dan tidak ditemukan modifikasi badan kapal," katanya.
Serial Artikel
”Amplop Syahbandar” dan Karamnya Kapal Carteran Pelatih Valencia di Labuan Bajo
Pungutan liar marak terjadi di hampir semua pelabuhan di Indonesia. Keselamatan pelayaran dipertaruhkan.




