Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menjelaskan bahwa aktivitas ekspor mereka ke Venezuela belum mengalami perubahan di tengah situasi geopolitik negara tersebut.
"Kegiatan ekspor kami belum ada perubahan, masih menunggu perkembangan terakhir, kami bulan Oktober lalu sempat komunikasi dengan duta besar Indonesia di Venezuela. Mungkin nanti akan kontak beliau untuk mengetahui perkembangan terakhir," buka Bob kepada kumparan.
Venezuela tengah menjadi perbincangan hangat setelah Presiden Nicolas Maduro ditahan oleh pemerintah Amerika Serikat terkait dugaan pelanggaran HAM dan hubungan kartel narkoba. Toyota Motor Corporation sampai mengimbau karyawannya bekerja dari rumah.
Bob bilang, permasalahan suatu negara yang dilanda masalah geopolitik dan memiliki hubungan dengan Indonesia berpotensi menghambat aktivitas ekonomi yang sedang berjalan. Salah satunya adalah aspek logistik.
"Geopolitik itu berhubungan juga dengan logistik, biasanya kalau ada gonjang-ganjing biaya logistik akan naik. Seperti misalnya krisis di Timur Tengah, banyak arus logistik sampai memutar ke Semenanjung Arab sehingga biaya menjadi dua kali lipat," terangnya.
Selain itu, dirinya menambahkan ancaman lainnya adalah terkait rantai pasok. Utamanya sektor otomotif yang melibatkan banyak pihak atau bergantung pada negara lain, bila salah satunya terganggu maka akan menghambat kelangsungan industri.
"Semua saling bergantung. Contoh baterai itu materialnya bisa dari berbagai negara, materi pentingnya bisa berasal dari China, ada juga dari Ukraina, negara-negara ASEAN hingga Amerika Selatan," jelas Bob.
Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hanya Toyota yang mengirimkan dua model mereka ke Venezuela yakni Yaris Cross dan Wigo atau Agya untuk versi yang dijual di dalam negeri.
Laporan distribusi sepanjang tahun 2025 kemarin, dari Januari hingga November jenama Jepang itu mampu menyalurkan 1.008 unit Yaris Cross tipe G alias versi non-hibrida. Kemudian Wigo yang jumlahnya telah mencapai 5.971 unit.




