Profit Taking Mereda, Tekanan Rupiah Bayangi IHSG 

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

IHSG diperkirakan bergerak variatif di kisaran 8.880-9.040 pada perdagangan Jumat (9/1/2026).

Profit Taking Mereda, Tekanan Rupiah Bayangi IHSG (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada perdagangan Jumat (9/1/2026) di kisaran 8.880-9.040, setelah meredanya aksi ambil untung atau profit taking.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,22 persen atau turun 19,34 poin ke level 8.925, mengakhiri penguatan enam hari beruntun. 

Baca Juga:
IHSG Diprediksi Menguat di Rentang 9.030-9.077, Intip Analisa Saham CDIA-TLKM

Koreksi tersebut terjadi di tengah tekanan nilai tukar rupiah, meskipun arus dana asing masih mencatatkan inflow sebesar Rp948 miliar di seluruh pasar ekuitas.

Analis Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menilai, pelemahan IHSG dipicu oleh faktor teknikal dan sentimen nilai tukar. Rupiah terdepresiasi ke level Rp16.801 per USD (JISDOR 8/1/2026), yang turut membebani sektor-sektor sensitif terhadap kurs, terutama konsumsi dan perbankan.

Baca Juga:
Kepercayaan Investor ke Ekonomi RI Tinggi, Purbaya Pede IHSG Tembus 10.000

"Rupiah tertekan ke level Rp16.801 per USD turut membawa sentimen negatif khususnya pada sektor konsumsi dan perbankan," tulis Ratih dalam riset hariannya, Jumat (9/1/2025).

Dari sisi fiskal, pasar juga mencermati realisasi APBN 2025 yang mencatat defisit 2,92 persen terhadap PDB atau sebesar Rp695,1 triliun, sedikit di atas target dalam Outlook APBN 2025 sebesar 2,78 persen PDB. 
Pendapatan negara terealisasi Rp2.756 triliun atau 91,7 persen dari target, sementara belanja negara mencapai Rp3.451 triliun atau 95,3 persen dari target.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Hijau ke 8.969 Ditopang Sektor Energi dan Kesehatan

Dari global, pergerakan bursa Wall Street cenderung bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Pelaku pasar memilih bersikap wait and see menjelang rilis data ketenagakerjaan AS, termasuk non-farm payroll dan tingkat pengangguran, yang akan menjadi acuan penting arah kebijakan The Fed pada pertemuan FOMC 27-28 Januari 2026.

Sementara itu, dari kawasan Eropa, tekanan inflasi menunjukkan tren pelonggaran. Inflasi Desember 2025 tercatat 2 persen yoy, turun dari 2,1 persen pada bulan sebelumnya dan sesuai dengan target Bank Sentral Eropa (ECB). 
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi berlanjutnya lingkungan suku bunga rendah, yang secara struktural masih memberikan sentimen positif bagi pasar saham global.

Berikut rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas hari ini:

1. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Rekomendasi: Trading Buy
Harga Penutupan: 2.620
Target Harga: 2.720
Stop loss: 2.470

UNVR sideways di atas MA 5,20,50.  Indikator stochastic crossing dan MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi. 

2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

Rekomendasi: Buy on Weakness
Harga Penutupan: 1.205
Target Harga: 1.250
Stop loss: 1.075

BRMS bearish jangka pendek, namun jangka menengah sideways. Indikator MACD bar histogram positif dalam momentum akumulasi. 

3. PT Soechi Lines Tbk (SOCI)

Rekomendasi: Buy on Weakness
Harga Penutupan: 620
Target Harga: 650
Stop loss: 540

SOCI bullish continuation di atas MA 5,20,50, konsisten membentuk higher high. Manfaatkan momentum trading jangka pendek dalam channel strong uptrend.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Video: Transkasi Kripto RI Tembus Rp482,23 Triliun DI 2025
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menag: Kerukunan Jakarta Bukan Pilihan, Tak Ada Negara Ideal Tanpa Rakyat Ideal
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Dorong Percepatan Kampung Nelayan, Serap 17.550 Tenaga Kerja
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
PSM Makassar dapat Keuntungan Jelang Laga Hadapi Bali United
• 22 jam lalufajar.co.id
thumb
Prabowo: MBG Jadi Jawaban Negara Atas Masalah Gizi Anak Indonesia
• 17 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.