Menag: Kerukunan Jakarta Bukan Pilihan, Tak Ada Negara Ideal Tanpa Rakyat Ideal

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 yang digelar Pemprov DKI Jakarta di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1). Tema acara ini yakni 'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga'.

Nasaruddin menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama keutuhan masyarakat dan bangsa.

Nasaruddin menyebut, keluarga sebagai ruang pertama pembentukan nilai kemanusiaan. Menurutnya, kekuatan sebuah masyarakat sangat ditentukan oleh ketahanan keluarga.

“Dalam tradisi spiritual mana pun, keluarga adalah madrasah pertama kemanusiaan, tempat manusia belajar mencintai sebelum berbicara, belajar berbagi sebelum belajar memiliki,” ujar Nasaruddin.

Ia menegaskan, rapuhnya keluarga akan berdampak langsung pada rapuhnya masyarakat. Sebaliknya, keluarga yang damai akan melahirkan masyarakat yang kuat dan harmonis.

“Jika keluarga rapuh, maka masyarakat akan rapuh. Jika keluarga damai, maka masyarakat akan damai. Tidak mungkin ada negara ideal tanpa masyarakat ideal, dan tidak mungkin ada masyarakat ideal tanpa disusun di atas keluarga yang tidak berantakan,” lanjutnya.

Imam Besar Istiqlal ini memaknai perayaan Natal sebagai momen refleksi di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Ia menilai Natal mengajak setiap orang untuk berhenti sejenak dan menengok kembali nilai-nilai spiritual serta relasi dalam keluarga.

“Natal selalu mengajak kita untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia lalu menengok ke dalam diri kita sendiri. Apakah kita masih punya ruang bagi Tuhan? Apakah keluarga kita masih menjadi tempat kasih? Apakah kita ini memberikan rasa aman bagi yang lemah?” tuturnya.

Selain itu, Nasaruddin mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilainya berhasil menjaga kebersamaan dan menjamin kebebasan beribadah di tengah masyarakat yang majemuk.

“Di kota ini semua identitas bertemu, semua perbedaan berjumpa. Maka kerukunan Jakarta bukan pilihan, tetapi keniscayaan sejarah,” ujarnya.

Ia juga menilai upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang-ruang kebersamaan lintas agama menjadi kunci menjaga kedamaian di ibu kota.

“Saya mengapresiasi pemerintah DKI Jakarta yang terus menghadirkan peluang-peluang kebersamaan, mulai dari perayaan keagamaan, dialog antarumat, hingga kebijakan yang memastikan setiap keluarga dapat beribadah dengan aman dan baik,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Korut Nyatakan Kesetiaan Abadi ke Rusia, Kim Jong Un Sebut Aliansi Korut–Rusia Bersifat Permanen
• 2 jam lalueranasional.com
thumb
Emas Tetap Bullish, Ini Proyeksi Buat Pekan Depan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Ditutup Naik 11 Poin Jelang Akhir Pekan, Cek 3 Saham Cetak Lonjakan Tertinggi
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Pengakuan Joey Pelupessy saat Patrick Kluivert Diberhentikan dari Timnas Indonesia: Hal yang Biasa dalam Sepak Bola
• 1 jam lalubola.com
thumb
Waspada, Satu Pasien Superflu di Bandung dengan Komorbid  Meninggal
• 3 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.