Mentan Amran: Swasembada Jagung Jadi Kunci Tekan Kemiskinan dan Kejahatan

tvrinews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa upaya pencegahan kejahatan, kemiskinan, dan pengangguran harus dimulai dari hulu, salah satunya melalui penguatan sektor pertanian. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 dalam rangka Swasembada Jagung di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis, 8 Januari 2026.

Menurut Mentan Amran, program swasembada jagung tidak boleh dipandang semata-mata sebagai target peningkatan produksi. Lebih dari itu, kebijakan tersebut merupakan instrumen strategis negara untuk menyentuh akar persoalan sosial.

“Swasembada jagung jangan dilihat berdiri sendiri. Program ini berdampak langsung pada penurunan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan pengurangan pengangguran,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 Januari 2026.

Ia menekankan, ketika kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan sejak awal, potensi munculnya tindak kejahatan juga dapat dicegah sebelum terjadi.

“Ini bentuk pencegahan dari hulu. Bukan penanganan setelah kejahatan terjadi, tetapi mencegahnya dengan membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Mentan Amran menjelaskan, kebijakan percepatan tanam dan penguatan produksi jagung yang dijalankan pemerintah telah menunjukkan hasil nyata. Dalam satu tahun terakhir, produksi jagung nasional mengalami peningkatan signifikan.

“Alhamdulillah hasilnya sangat baik. Presiden juga memberikan apresiasi. Produksi jagung meningkat hingga 20 persen pada semester pertama 2025, dengan total produksi Januari hingga Desember mencapai 16,11 juta ton," jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK-KA14%) sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka ini naik 6,44 persen atau sekitar 974 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi tersebut didukung oleh bertambahnya luas panen jagung nasional yang mencapai 2,72 juta hektare, atau meningkat 6,73 persen secara tahunan.

Lebih lanjut, Mentan Amran menyebut melimpahnya produksi jagung di sejumlah sentra membuka peluang Indonesia untuk memasuki pasar ekspor.

“Kalau kita hitung ada sekitar 700 ribu hektare. Dengan asumsi produksi 5 ton per hektare saja, sudah ada potensi 3,5 juta ton. Kita harus bersiap ekspor, dan Bulog sejak sekarang harus siap menyerap,” ungkapnya.

Berdasarkan proyeksi BPS, potensi produksi jagung pada periode Januari–Februari 2026 diperkirakan mencapai 3,14 juta ton JPK-KA14%, dengan potensi luas panen sekitar 0,53 juta hektare. Angka tersebut menunjukkan tren penguatan produksi jagung nasional di awal 2026.

Mentan Amran menegaskan, kebijakan pertanian khususnya pengembangan jagung bukan sekadar urusan pangan, tetapi bagian dari strategi besar negara dalam membangun kesejahteraan dan menjaga ketertiban sosial.

“Menanam jagung bukan hanya menanam komoditas, tetapi menanam solusi dari hulu: membuka lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan mencegah kejahatan sebelum tumbuh,” tuturnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BRI dan Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan, Dukung Finansial Atlet Berprestasi SEA Games 2025
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Alasan Inara Rusli Tunda Sahkan Pernikahan dengan Insanul Fahmi
• 19 jam laluinsertlive.com
thumb
Julio Cesar Tak Sabar Rasakan Panasnya Duel Persib vs Persija
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
BPKH Tegakkan Hak Jemaah dengan Pastikan Pengembalian Dana Haji Khusus Plus Nilai Manfaat
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
IATA Pamer Cadangan Batu Bara 301,8 Juta Ton, Target Produksi 2026 Naik 179%!
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.