jpnn.com, SUMATERA BARAT - PT Pertamina bersama PT Elnusa Tbk dan Yayasan Baitul Hikmah (YBH) berkolaborasi menghadirkan akses air bersih berbasis pembangunan sumur air pompa di wilayah terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyerahan 7 unit alat bor sumur air jacro serta donasi yang dihimpun dari Pekerja Elnusa Group, yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan sumur air bersih di titik-titik strategis dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
BACA JUGA: Perkuat Distribusi BBM, Pertamina Patra Niaga Gandeng General Maintenance Mobil Tangki FAW
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari upaya pemulihan yang terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.
Vice President CSR & SMEPP Pertamina Rudi Arfianto menjelaskan pengalaman Pertamina dalam penanganan berbagai bencana menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih merupakan salah satu kebutuhan paling vital selain logistik dan energi.
BACA JUGA: BKI, IPERINDO & KEMENPERIN Gelar Bimtek Awareness Safety Leadership Untuk Industri Galangan Kapal
“Dari berbagai pengalaman Pertamina dalam mendukung pemulihan bencana di Indonesia, kebutuhan air bersih selalu menjadi kebutuhan utama. Karena itu, kolaborasi ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera memperoleh akses air bersih yang layak,” ujar Rudi di Graha Elnusa, Kamis (8/1).
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo menyampaikan, kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan solusi berbasis kapabilitas perusahaan.
BACA JUGA: Ofero Hadirkan Stareer 5 Lit, Jarak Tempuh Hingga 130 Km
Untuk itu, Pertamina bersama Elnusa dan Yayasan Baitul Hikmah menginisiasi pembangunan sumur air pompa sebagai solusi yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan yang lebih tangguh ke depan. Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam masa pemulihan,” kata Andri.
Penyerahan bantuan 7 unit alat bor sumur air jacro ini, merupakan bagian dari rencana pembangunan sumur bor di terdampak bencana, terutama Aceh Tamiang dan Pidie Jaya.
Hingga saat ini, Pertamina telah mengebor lima sumur di Aceh Tamiang. Dua titik yang berlokasi di Kecamatan Bendahara, yakni Musholla Babul Jannah, Teluk Halban, dan Desa Teluk Kepayang.
Satu titik di Kecamatan Rantau yakni Masjid Istikomah, Desa Alur Cucur, serta dua titik di Hunian Sementara, Kecamatan Karang Baru.
Sebelumnya, Pertamina juga telah melakukan reaktivasi 19 sumur yang tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang. Selain itu, Pertamina terus aktif mengirimkan mobil air bersih sebanyak 15 truck per hari, dan hingga 8 Januari 2026 telah tersalur air bersih ke Aceh Tamiang sebanyak 2.165.000 Liter.
Melalui kolaborasi yang solid, kepedulian sosial, dan pemanfaatan kapabilitas energi nasional, Pertamina dan Elnusa menegaskan komitmennya untuk hadir tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan dan pemulihan masyarakat.
“Air bersih bukan hanya kebutuhan masa tanggap darurat, tetapi juga kebutuhan jangka panjang masyarakat pascabencana. Karena itu, Pertamina berkomitmen menyediakan fasilitas air bersih di puluhan titik yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” seru Rudi.(chi/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yessy Artada




