Saham emiten telekomunikasi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mencatatkan reli dalam beberapa bulan terakhir.
IDXChannel – Saham emiten telekomunikasi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mencatatkan reli dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.16 WIB, saham EXCL melesat 12,00 persen dalam sepekan terakhir ke level Rp4.200 per unit.
Sementara, dalam sebulan belakangan saham tersebut melonjak 27,27 persen dan dalam 3 bulan terbang 58,49 persen.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai saham XLSmart Telecom Sejahtera (EXCL) masih memiliki ruang kenaikan seiring membaiknya sentimen di sektor telekomunikasi.
Menurut Michael, tekanan persaingan harga yang selama ini membebani kinerja emiten telekomunikasi diperkirakan segera mereda.
“War pricing dari pada perusahaan telco diproyeksikan oleh banyak analis akan berakhir di tahun ini,” ujar Michael, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, dari sisi pergerakan saham, EXCL juga menunjukkan sinyal yang cukup konstruktif. Aksi akumulasi yang terjadi dinilai mencerminkan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ke depan.
“Melihat area teknikalnya, maka EXCL berpeluang menuju ke 4.500,” imbuh dia.
Sementara, UOB Kay Hian dalam risetnya yang terbit pada 17 November 2025 menilai kinerja EXCL tetap solid meski masih dibebani biaya integrasi merger yang besar.
Sepanjang sembilan bulan 2025, biaya integrasi tercatat mencapai Rp4,4 triliun dan beban serupa masih berlanjut pada kuartal IV-2025 sebelum mulai mereda pada 2026.
Di tengah tekanan tersebut, pertumbuhan average revenue per user (ARPU) dinilai berhasil mendorong pendapatan dan memperbaiki margin. Selain itu, potensi penjualan Link Net dinilai dapat menjadi katalis tambahan untuk mendukung pembagian dividen sekaligus memperbaiki posisi utang.
Dari sisi sektoral, UOB Kay Hian menyoroti preseden positif dari pascamerger Indosat (ISAT), yang mencatatkan perbaikan harga saham seiring kenaikan margin EBITDA.
Selain itu, potensi perubahan struktur kepemilikan, termasuk kemungkinan keluarnya Axiata dan meningkatnya porsi kepemilikan Sinarmas, dinilai dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan saham EXCL ke depan.
Kemudian, Ciptadana Sekuritas dalam riset yang terbit pada 17 November 2025 mempertahankan rekomendasi beli untuk saham EXCL dengan memperbarui basis valuasi ke 2026.
Ciptadana menilai laba bersih EXCL masih akan tertekan hingga akhir 2026 seiring berlanjutnya biaya integrasi merger, sebagaimana disampaikan manajemen dalam paparan kinerja.
Kondisi tersebut dinilai sudah tercermin dalam proyeksi kinerja 2026. Meski demikian, kinerja perusahaan diperkirakan mulai membaik secara signifikan sejak 2027, seiring meredanya beban integrasi.
Ciptadana mencatat, jika biaya integrasi dikecualikan, laba bersih normalisasi pada kuartal III-2025 diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun, melonjak 278,4 persen secara kuartalan dan 219,6 persen secara tahunan.
Hal ini mencerminkan fundamental profitabilitas yang kuat dan membuka peluang pertumbuhan laba yang lebih agresif setelah beban integrasi menurun.
Sementara, menurut hemat Ciptadana, risiko yang perlu dicermati investor meliputi pertumbuhan ARPU yang stagnan, pelemahan daya beli konsumen yang berkepanjangan, serta kegagalan perseroan dalam mengoptimalkan sinergi pascamerger. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.




