Gelombang Panas Ekstrem Picu Kebakaran Hebat di Australia

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Victoria: Warga Australia, khususnya di negara bagian Victoria, diperingatkan untuk bersiap menghadapi kemungkinan “kehilangan properti atau dampak yang lebih buruk” seiring kebakaran hutan yang terus meluas di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah negara itu.

Prakiraan cuaca menunjukkan suhu pada Jumat dan Sabtu berpotensi mencapai rekor tertinggi di hampir seluruh negara bagian dan teritori. Victoria dan Australia Selatan disebut berada dalam kondisi paling berbahaya akibat kombinasi suhu tinggi dan angin kencang yang meningkatkan risiko kebakaran.

Pemerintah Victoria telah memberlakukan larangan total aktivitas pemicu api, sementara seluruh wilayah negara bagian tersebut diberi status tingkat bahaya kebakaran “katastropik” atau “ekstrem”.

“Kondisi ini mengharuskan warga Victoria bersiap menghadapi lebih banyak kerusakan properti atau bahkan hal yang lebih buruk,” kata Kepala Petugas Country Fire Authority (CFA) Jason Heffernan, dikutip dari BBC, Jumat, 9 Januari 2026.

“Kemarin kondisinya sudah ekstrem. Hari ini bersifat katastropik,” ujarnya, seraya menyebut suhu di Victoria diperkirakan mencapai 42 derajat Celsius.

Pihak berwenang melaporkan kebakaran hutan di dekat Longwood, wilayah Victoria tengah, telah melalap hampir 36.000 hektare lahan. Sedikitnya 10 rumah di kota kecil Ruffy dilaporkan hancur akibat kobaran api.

Kapten CFA Ruffy, George Noye, mengatakan wilayah tersebut terdampak sangat parah.

“Jalan utama terlihat seperti baru saja dibom, kami kehilangan sebuah sekolah,” ujar Noye.

“Sejumlah properti hancur total. Warga kehilangan mata pencaharian, gudang pencukuran, ternak. Dampaknya benar-benar menghancurkan. Namun sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa,” ungkap Noye.

Wakil Komisaris Kepolisian Victoria, Bob Hill, menyatakan tiga orang mencakup dua orang dewasa dan seorang anak masih belum ditemukan di kawasan Longwood.

Ia mengatakan pihak berwenang sempat berkomunikasi dengan mereka sehari sebelumnya di kediaman mereka dan mengimbau agar mencari perlindungan karena sudah terlambat untuk mengungsi. Ketika petugas kembali, rumah tersebut telah terbakar, namun ketiga orang itu tidak ditemukan.

“Mereka bisa saja selamat, mereka bisa saja masih hidup. Kami tidak ingin berspekulasi, tetapi kami tetap membuka semua kemungkinan,” kata Hill.

Kebakaran lain di dekat Walwa, wilayah timur laut Victoria, juga telah menghanguskan lebih dari 17.000 hektare lahan. Heffernan menegaskan kewaspadaan tinggi diperlukan bagi seluruh warga Victoria, tidak hanya mereka yang tinggal di dekat titik api aktif.

“Ini menggambarkan betapa parahnya kondisi saat ini, bukan hanya di Longwood, tetapi di seluruh negara bagian,” ujar Heffernan.

“Pesan saya kepada warga Victoria, selain Longwood dan Walwa, pagi ini kami juga mencatat banyak kebakaran lain di sekitar permukiman. Dan saya memperkirakan jumlahnya akan terus bertambah sepanjang hari,” kata Heffernan.

Di Australia Selatan, otoritas pemadam kebakaran setempat melaporkan telah menangani sejumlah kebakaran kecil sepanjang malam. Suhu di beberapa wilayah negara bagian itu diperkirakan dapat mencapai 46 derajat Celsius.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
OJK: Piutang Bermasalah di Wilayah Bencana Sumatera Meningkat 0,60 Persen
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Intip Spesifikasi Suzuki e Vitara, SUV Listrik Pertama Suzuki di Indonesia
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Ketua Umum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Utang Rp 300.000 yang Berujung Pembunuhan di Depok
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Nama Alberto Rodriguez, Bek Jangkung yang Ideal Gabung PSM Makassar, Dirumorkan Kembali ke Persib Bandung
• 20 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.