Adu Kiat Ibu Rumah Tangga Hadapi Kenaikan Harga Pangan

metrotvnews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Tangerang Selatan: Kenaikan harga sejumlah bahan pangan dan sembako di awal 2026 terlihat di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan pada Kamis, 8 Januari 2026.

Harga sayur mayur terpantau mengalami kenaikan lebih dari Rp5.000, seperti sawi hijau yang kini berada di angka Rp12 ribu dari sebelumnya Rp8.000 per kilogram. Begitupun kemiri yang melonjak drastis di angka Rp60 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan harga komoditas tersebut, membuat Ibu Rumah Tangga (IRT) terpaksa harus berhemat. Ade Wahyuni (42), turut membagikan tips hematnya, Ade mengatakan, dirinya harus mengurangi sejumlah bahan pokok jika harga pangan sedang melambung.

"Kalau biasanya sih dikurang-kurangin bahannya, jadi sesuai dengan uangnya yang ada. Menghemat sih yang penting, karena kan Ibu Rumah Tangga ya memang harus bisa seperti itu. Kalau belanja terus kan habisnya besar yang penting kita hemat aja," ungkap Ade kepada Metrotvnews.com, seusai berbelanja di Pasar Ciputat, Kamis, 8 Januari 2026.

Ade menambahkan, berbelanja sesuai kebutuhan menjadi kunci penting di tengah fluktuasi harga pangan yang tidak menentu. "Mau harga naik itu kan kebutuhan, kita memang harus makan," tutur dia.

Senada dengan Ade, IRT lainnya, Mimin (46) mengatakan, mengatur keuangan adalah tips dalam menghadapi kenaikan harga pangan. "Zaman sekarang kan kalau kita ngikutin orang beli apa, susah. Jadi harus sebisa mungkin mengatur keuangan," ujar dia.
 

Baca Juga :

Cek Harga-harga Pangan Hari Ini



(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Kenaikan harga pangan

Berdasarkan pantauan Metrotvnews.com, pada Kamis, 8 Januari 2026, terjadinya kenaikan harga pangan seperti sayur turut dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu. Sayur seperti timun bahkan mengalami kenaikan harga dari yang sebelumnya Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.

"Timun sekarang nyampe Rp15 ribu. Harga normalnya biasanya itu Rp10 ribu sampai Rp12 ribu per kilogram," ungkap Yani (50), pedagang sayur di Pasar Ciputat.

Ia mengatakan, musim penghujan turut memengaruhi omzet sebab terjadinya penurunan pembeli. "Iya, kalau musim hujan itu omzetnya lain, soalnya kan orang mau ke pasar juga malas ya, hujan, becek,” ujar dia. (Surya Mahmuda)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Buntut Pernyataan Soal Konsesi Tambang NU-Muhammadiyah, Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi
• 19 jam lalumatamata.com
thumb
Ancaman Penurunan Tanah Jakarta, Wilayah Pesisir Tenggelam dan Gedung Miring
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Menanti Potensi Duel Dean James Vs Justin Hubner di Eredivisie 2025/2026 Akhir Pekan Ini: Beda Status!
• 13 jam lalubola.com
thumb
Masih Pakai Sistem Ballot, Ini Bocoran Harga Slot Maybank Marathon 2026
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Wagub Sumut: Lima daerah jadi perhatian akibat terdampak cukup parah 
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.